space disewakan
You are here: » Home » Posts filed under tempat jualan online
Kekurangan dan Kelebihan Blanja.com
Kesan
pertama berkunjung, segi penampilan dari blanja.com lebih terlihat ramah dan
besahabat, ditinjau dari warna putih yang menjadi warna dominan diweb jejualan
tersebut. Bahkan dari sisi penampilan juga tak kalah menarik dengan website
jual- beli yang lain, kelihatan sederhana tak menghilangkan kesan elegan dan
unsur friendly user.
Semakin
maraknya toko online dewasa ini menjadikan para konsumen lebih selektif, disini
saya akan mengenalkan E- Commerce istilah mudahnya lapak online blanja.com
sebagai tempat belanja yang cukup ramah dan cukup menyenangkan, bagi yang belum
pernah ngabisin duit lewat blanja.com buruan dah capcus, mungkin anda kurang yakin dengan blanja.com, maka dari itu
akan penulis kasih poin- poinnya, diantaranya blanja.com menyediakan jaminan
pembelian, mulai dari perjanjian pengguna, kebijalan privasi (data konsumen
dijamin aman dan tidak disalah gunakan) dan pengembalian barang dan refund.
Bahkan
yang lebih asyik lagi konsumen bisa ikut berjualan di blanja.com melalui metode
toko bisnis alias penjual yang memiliki entitas bisnis yang legal dan toko
individu yaitu penjual yang tidak terdaftar sebagai perusahaan atau tidak
memiliki entitas bisnis legal, dengan syarat usia minimum 17 tahun. Lihat dan
kunjungi dan tes dahul jangan asal cuap- cuap sebelum tau kebenarannya, memang
sih kadang cacian hinaan adalah syarat untuk pengkokohan suatu objeknya. Masih
ingat historynya Lapak- lapak sebelah yang sudah mulai lebih dulu dalam dunia
E- commerce, jangan panik!
Yang perlu anda tahu lagi blanja.com
adalah perusahaan market place hasil kerjasama antara Telkom Indonesia dan Ebay.
Bagi para konsumen prinsip belanja online
sebenarnya sama kok dengan belanja di toko. Pastinya pembeli harus lihat-lihat dulu dong dimana lokasinya,
reputasi penjual, harga dan kualitas barang, keamanan bertransaksi, dll. semua
ini adalah variabel yg dapat mendorong pembeli untuk belanja di sebuah tempat.
begitu juga dengan belanja online. variabel yg sama harus pembeli cek dulu
sebelum berbelanja online.
Apa
sih yang ga ada di blanja.com? bahkan Isi ulang
token prabayar PLN aja ada, coba deh dimari.
Uniknya
di Blanja.com walaupun
banyak pembeli yang kurang yakin apabila beli barang online tanpa memegang
langsung barangnya kurang “ngeh” gitu
istilah redaktor ini ada saran langsung
dari teman saya yang udah langsung belanja sendiri ke situsnya:
TIPS BELANJA ONLINE ALA FARAH @farafit
1. beli di
toko online terpercaya. jangan coba- coba beli di toko abal alay yang testimony
pelanggannya lebay, jadi kaya buatan sendiri. ada juga sih toko kecil yang
bagus dan terpercaya (seperti toko mamake) jadi hati- hati aja memilih toko
onlinenya. biasanya orang yg udh biasa jualan online akan buka lapak tidak cuma
di satu toko online besar, jadi jangan khawatir.
2. jangan
beli barang mahal, kak Farah sering baca orang beli elektronik via online
karena murah tapi akhirnya malah ketipu. entah barangnya cacat, ga lengkap,
bekas, atau malah ga dikirim sama sekali terus penjualnya ngilang kaya ditelan
bumi. haduh, mending beli mahalan dikit tapi kita udah periksa semua dan pegang
di toko terpercaya daripada ketipu kan. ada teman juga menyarankan untuk beli
COD. Kalau saya sih tetep ogah beli barang mahal, patokan saya 150rb maksimal.
lewat dari itu mending gausah atau tunggu sampe harganya segitu. bukan apa-
apa, jadi kalau seandainya kita ketipu kita ga ketipu terlalu banyak. ada toko
online menyediakan refund sih cuma pasti nunggunya lama dan prosesnya belibet.
jadi mending ga usah beli yang terlalu mahal.
3.
bandingkan harga dengan toko online lainnya kalau mau beli suatu barang,
bandingin dengan toko lain karena bisa aja harganya lebih murah. tapi jangan
cepet kepincut dengan barang mahal yang tetiba harganya keterlaluan murahnya,
bisa jadi ini bohongan.
Sebenernya
untuk mencari sisi negatifnya toko online Blanja.com tidaklah sulit misal Blanja.com
dikenal lama pengirimannya, ada juga yang beli ini e dikirim itu. Mungkin kalau
dilihat dari sisi positifnya Toko ini sedang kebanjiran order, atau lagi bribet
salah ngebungkus gegara pegawainya gagal move on? Pengalaman penulis ni.
Muehehe
Jadilah pembeli cerdas bukan pembeli asal “save your money to more importent” Sekian happy shoping.
Buku Pram dalam Kelambu di Toko Buku Online Kami
![]() |
| cover buku Pram dalam Kelambu |
"Pram dalam Kelambu" karya Soesilo Toer
Penerbit: Pataba Press Blora
Penyunting: Gunawan Budi Susanto
Cetakan: pertama 2015
Tebal buku: xxvi + 164 halaman
ISBN: 978-602-71978-00
Harga: Rp 70.000,00 (tak termasuk ongkos kirim)
Pesan langsung disini atau langsung kontak 085643413091
Salam pagi, salam hangat sekalian dari kota Yogyakarta
berhati nyaman. Setelah para pecinta Pramoedya Ananta Toer menunggu- nunggu
buku seri kedua dari karya Soesilo Toer yaitu "Pram dalam kelambu"
akhirnya buku tersebut sudah mulai beredar dipasaran.
Gambar menggembirakan lainnya, buku "pram dalam
Kelambu" rencana akan launching
pada hari Sabtu (7/2/2015) berlokasi di Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer Anak
Semua Bangsa (PATABA) di Jl. Sumbawa No. 40 Jetis, Kabupaten Blora.
Acara akan dimulai dari pikul 19.00 Wib sampai rampung.
Acara ini bersifat umum bagi siapa saja, apalagi bagi para pemburu tanda tangan
penulis, dan tentu saja akan memberikan
nilai lebih untuk esensi sebuah buku bagi kalangan pembaca maupun distributor
buku ini (red: Pram dalam Kelambu)
Sekilas tentang buku ini berisikan kisah hidup Pram
sastrawan besar Indonesia yang berhasil
menyabet Nobel Sastra dunia dan menggetarkan dunia dengan Tetralogi Burunya.
Rencana kami
akan meresensi atau setidak- tidaknya mereview buku ini dalam waktu dekat
(tentunya kalau dah dibaca, hehe). Pak Soesilo Toer tetap produktif menulis di usia senjanya walaupun masuk di
tahun ke-77nya, semoga selalu diberi kesehatan. Pak Sus panggilan akrabnya suka
menulis diatas kertas untuk menuangkan karyanya, yang selanjutnya disalin
dimesin ketik kesayangan, beliau lebih suka menulis dengan tangan karena lebih
fleksibel, dimanapun kapanpun dan dalam posisi apapun.
![]() |
| Tampak dari luar, Perpus. PATABA |
Hal inilah
yang membedakan Sus dan Prawito, keduanya adalah adik kandung Pram, Prawito
sebagai kakak Sus, selalu menulis dengan mesin ketik manual. Bagi pembaca yang
belum pernah berkunjung di kediaman Pak Sus, rumahnya dijadikan juga sebagai
Perpustakaan Pataba. Kesan pertama penulis terhadap Pak Sus adalah sosok yang
begitu kentara sederhana bahkan bisa tercermin dari rumah beliau, namun dilihat
dari dunia akademisi bilau adalah lulusan Doktoral ekonomi di salah satu kampus
elite Rusia.
Dua dari lima jilid bukunya
Soesilo (tiga lainnya belum ditebitkan) ditulis untuk mengungkap kehidupan
Pramoedya Ananta Toer baik positif- maupun negatif, lebih unik lagi pembaca
diajak untuk mencari jawaban panggilan keseharian PAT yang belum terungkap. Pak
Sus sendiri menulis bukan bermaksud untuk menghakimi sisi negatif Pram, dia
hanya ingin mencoba mensetarakan kakaknya dengan manusia lainnya yang tak luput dari
salah dan dosa, barangkali menjadikan pelengkap sosok pribadi Pram yang sudah
dikenal masyarakat selama ini.
Sedikit bocoran, seri ketiga buku
Soesilo akan berjudul Pram dalam Bubu. Buku yang mengisahkan kehidupan PAT, diantaranya surat pribadi Pak
Sus untuk Prof Theo, pakar filsafat. Tambahan. Bubu adalah perangkap dari bambu
untuk menangkap ikan disungai, atau kanal- kanal salauran air.
Buku keempat akan berjudul Pram
dalam Belenggu, bercerita tentang tokoh utama yaitu Pram dikehidupannya yang
penuh batu sandungan dan berliku- liku. Pak Sus sendiri sebagai saksi hidup
perjuangan hidup sang kakak. Penuh konflik, mengharukan, menyentuh, dan bahkan
ada moment yang membuat marah orang.
Dan seri terakhir dari keempat bukunya akan berjudul Pram dalam Tungku. Lebih mengisahkan Pram dari sudut pandang orang lain, baik bersifat kritikan membangun, menghakimi bahkan menghujat. Bak tungku berisi masakan, Pram yang dikenal dibesarkan disebuah kondisi lingkungannya. Matang dan bercita rasa dari campuran bumbu yang dipanasi api dari bawah tungku.
Semoga kita segera dapat menikmati karyanya Pak Sus dalam waktu dekat, pantengin terus blog kami untuk mendapatkan update terbaru dari ketiga buku Pak Sus yang belum terbit, dan buku- buku lainya. Dan tentu saja anda bisa membeli bukunya dan buku- buku lainnya disini. Sekian. Semoga bermanfaat
Regard
Sumber:
Dan seri terakhir dari keempat bukunya akan berjudul Pram dalam Tungku. Lebih mengisahkan Pram dari sudut pandang orang lain, baik bersifat kritikan membangun, menghakimi bahkan menghujat. Bak tungku berisi masakan, Pram yang dikenal dibesarkan disebuah kondisi lingkungannya. Matang dan bercita rasa dari campuran bumbu yang dipanasi api dari bawah tungku.
Semoga kita segera dapat menikmati karyanya Pak Sus dalam waktu dekat, pantengin terus blog kami untuk mendapatkan update terbaru dari ketiga buku Pak Sus yang belum terbit, dan buku- buku lainya. Dan tentu saja anda bisa membeli bukunya dan buku- buku lainnya disini. Sekian. Semoga bermanfaat
Regard
Sumber:
-
https://www.facebook.com/patabapress
Buku Jejak Langkah Pramoedya Ananta Toer | Review dan Harga Tebaik Toko Buku Online
Dibuku seri sebelumnya, Anak Semua Bangsa, Tokoh utama Minke
mulai belajar mengenal kehidupan rakyat Hindia yang tertindas oleh kekuasaan colonial
Belanda, maka diseri tetralogi ketiga yaitu Jejak Langkah ini mengisahkan
perjuangan Minke mengenalkan dan menggerakan
faham nasionalis melalui organisasi
modern dan surat kabar.
(Pertama terbit pada tahun 1985)
Lentera Dipantara; Cetakan IX, Februari 2012
Softcover; xii + 724 halaman; 13 x 20 cm
ISBN: 979-97312-5-9
Harga: Rp 37.000
Pembelian bisa via 085643413091 atau langsung klik disini
Pembelian bisa via 085643413091 atau langsung klik disini
Minke mendirikan Syarikat Prijaji (1906), bersama
kawannya Thamrin Mohammad Thabrie, yang dua tahun sebelumnya tepatnya 1905
berdiri organisasi Boedi Oetomo (BO). 1909 atau tiga tahun kemudian Minke
menggagas berdirinya Syarikat Dagang Islamijah (SDI), juga bersama Thamrin
Mohammad Thabrie, dan tentu saja anggota organisasinya semakin bertambah banyak
sampai menyentuh keseluruhan pulau Jawa.
Pada tahun 1907 Minke menerbitkan surat kabar pribumi
yang pertama, bernama 'Medan'. Kantor redaksinya bertepatan di Jl. Naripan no.
1, Bandung. Untuk pengelolaanya, Minke dibantu oleh beberapa temannya,
diantaranya Marko, Sandiman, Hendrik, Prinses van Kasiruta (istri ketiga Minke), kelahiran Maluku. 'Medan' yang tirasnya terus
berkembang menjadi tempat aduan para pribumi yang tak berdaya akan kesewenang-
wenangan, tertindas dan terdiskriminasi oleh hukum. Berdampak dengan apa yang disuarakan
Minke lewat pers dinilai membahayakan oleh pemerintah Hindia Belanda.
![]() |
| Jejak Langkah berbagai cover (Sumber: Goodreads) |
Singkat cerita, Minke ditangkap ketika mempersiapkan
berpropaganda bagi SDI (sampai ke luar Hindia). Sedangkan sebenarnya ia telah
menyerahkan pengelolaan 'Medan' untuk Pimpinan Pusat SDI kepada Hadji Samadi
(ketua Cabang Solo) dan orang- orang kepercayaan Minke. Walapuun Itu kata buku, namun tetap saja menarik untuk
dibaca dan tentu saja dibeli J
Yang menjadi tanda Tanya besar bagi rata- rata pembaca,
siapa sebenarnya Minke? Nama aslinya memang tidak pernah diungkapkan dalam 3 seri
buku sebelumnya. Namun di Jejak Langkah sedikit disebutkan ketika Minke menulis
setiap berita dengan inisial TAS. Berikut sekelumit penjelasan untuk
menghilangkan rasa penasaran, siapa dibalik inisial TAS?
TAS yang lebih dikenal dengan Minke dalam Tetralogi sebenarnya
adalah RM Tirto Adhi Soerjo, bapaknya pers nasional, dan lebih mengherakan lagi
baru diangkat menjadi pahlawan nasional November 2006. Seperti pada buku, tahun
1906 TAS mendirikan organisasi Syarikat Prijaji, setahun kemudian menerbitkan surat
kabar Medan Prijaji dan tahun 1909 mendirikan Syarikat Dagang Islam. Sumber mengenai
Tirto Adhi Soerjo (TAS) sudah banyak beredar diInternet.
Sedangkan tokoh Thamrin Mohammad Thabrie adalah Thamrin
Mohammad Thabrie, beliau adalah Wedana (pembantu
bupati) yang lahir di Batavia (Jakarta) Hindia Belanda, ayah dari Mohammad
Husni Thamrin. Marko adalah Mas Marko Kartodikromo, anak didik Tirto Adhi
Soerjo, sesudah gurunya wafat, hijrah ke kota Surakarta dan mendirikan surat
kabar sendiri yaitu Doenia Bergerak.
istri ketiga Minke Prinses van Kasiruta mewakili Prinses
Fatimah, yang senyatanya menjadi istri ketiga Tirto Adhi Soerjo, dan lebih
dikenal dengan sebutan Prinses van Bacan. Hadji Samadi adalah K.H.Samanhudi.
Mempelajari, mengartikan sejarah dari Teralogi Pram itu
terkesan lebih menyenangkan ketimbang membaca sendiri buku Sejarah atau PSPB
bagi yang SDnya sejaman dengan babe/ nyak saya
dulu (heee anda tahu maksud saya).
“Perdagangan adalah kebebasan dari pangkat-pangkat, tak
membeda-bedakan manusia, apakah penggede ataupun buruh, bahkan budak pun. Berdagang
itu belajar berpikiran cepat. Mereka menghidupkan yang beku dan menggiatkan
yang lumpuh”
Ada perbedaan di novel Jejak
Langkah dengan dua seri
sebelumnya. Meskipun tokoh Minke tetap menjadi sorotan cerita dan tetntunya
selalu menjadi sudut pandang tersendiri, dalam Jejak Langkah peran
Minke kentara kental sekali. Karena dalam serial Anak Semua Bangsa, dia seolah-
olah selalu dibalik bayang- baying keagungan Nyai Ontosoroh. Tidak bisa
dipungkiri, ketika membaca Seri pertama dan kedua Nyai Ontosoroh lebih kentara peran dan sepak
terjangnya dibandingkan Minke. Dikarenakan Minke lebih fokus untuk
menyelesaikan permasalahan hukum dan keluarga di ending Anak SemuaBangsa, Dia mengambil keputusan untuk berhijrah ke Betawi Batavia , tentu
saja untuk meneruskan pencarian jati diri dan melanjutkan studi di STOVIA (School tot Opleiding van Indische
Artsen) yang lebih dikenal dengan sekolah
kedokteran untuk kaum pribumi.
Bebarapa alasan yang menjadikan Jejak Langkah karya Tetraloginya PAT ini
masuk nominasi buku terlaris sepanjang masa. Pertama alur ceritanya yang kaya
dan banyak akan syarat detail sejarah. Selain yang ditemukan roman Arok
Dedes, Pram menunjukkan kelihainnya mengolah fiksi dan apa yang disebut
nyata dalam sejarah. Dengan Minke, pembaca dapat mengikuti proses mulai dari lahirnya
sampai berkembangnya generasi pertama organisasi-organisasi pelopor pergerakan
pribumi di Indonesia atau lebih dikenal Hindia tempo dulu.
![]() |
| Mingguan Medan Priyayi (Sumber: Mbah Wiki) |
Secara langsung pembaca diajak
berpikir, organisasi apa yang ditonjolkan dalam buku ini? Ya tentu saja
Syarikat Priyayi, Budi Utomo, dan Syarikat Dagang Islamiyah. Meskipun bukan
termasuk organisasi pergerakan, Medan Priyayi sebagai awak media dizaman itu,
memiliki peran tersendiri dalam mendukung kegiatan organisasi-organisasi yang
lagi didirikan. Adanya Medan Priyayilah yang justru langsung tepat sasaran
memberikan pengaruh luar biasa kepada khayalak ramai mengemban misi menggugah
kesadaran bangsa dan berujung bangkitnya rasa nasionalisme masyarakat.
Pram juga menuturkan sebagian
besar tokoh- tokoh dalam kemajuan pergerakan nasional diawal karirnya. Selain
itu ada beberapa lagi ang berperan penting pada awal pergerakan nasional,
diantaranya ada Thamrin Mohammad Thabrie (ayah M.H. Thamrin), Gadis Jepara
(R.A. Kartini), Dewi Sartika, Haji Samadi (K.H. Samanhudi), Marko (Marco
Kartodikromo), dan Abdoel Moeis. Sebagian besar tokoh tersebut tidak hanya
sebagai figuran saja. Justu mereka memiliki andil besar dalam membantu
perjuangan Minke. Misa Thamrin M.T yang berjasa dalam pembentukan Syarikat
Priyayi dan Marko yang bertugas sebagai bodyguard Minke serta
ikut membantu kegiatan operasional Medan Priyayi.
Hal menarik lain dalam buku ini
adalah kemajuan Minke dari segi karakter. Minke semakin menunjukkan sisi
dewasanya, kematangannya dalam bertindak. Ibarat sudah saatnya melepaskan diri dari
induk semangya yaitu Nyai Ontosoroh. Tanpa campur tangan orang lain Minke pun
akhirnya busa mengambil keputusan sendiri. Beberapa situasi yang dihadapinya
ketika menjadi siswa STOVIA juga sangat membantu dirinya belajar dewasa dan
mandiri. Terlihat dari kebiasaanya bertukar pendapat dengan Ang San Mei,
sebagai tokoh yang selalu berpikiran selangkah kedepan dan progresif. Selain daripada
itu Minke sudah dibekali segudang pengalaman yang keras, itupun dia dapatkan dan
dialami secara langsung. Surabayalah penggembleng pribadi alami Minke untuk
menjadi sosok yang anti badai. Sehingga ketika dia dikeluarkan dari STOVIA pun, hal itu tidaklah
menjadi masalah besar baginya. Justru dia mampu memanfaatkannya sebagai titik
balik kebangkitannya.
Kutipan
PAT yang masuk daftar favoritku:
"Dan modern adalah juga kesunyian
anak yatim piatu, dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak
diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya."
(Mingke, hal. 2)
"Ilmu-pengetahuan, Tuan-tuan,
betapapun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh
sehebat-hebat manusia--dia pun tak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana
cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga
bangsa." (Van Kollewijn, hal. 41).
Larangan Terbit Jejak Langkah & Sang Pemula pada masa Orba:
![]() |
| Tempo no 14 xvi 31 Mei 1986 |
![]() |
| Majalah Forum no 14 tahun IV, 23 Oktober 95 |
![]() |
| Majalah Forum no 14 tahun IV, 23 Oktober 95 |
Subscribe to:
Posts (Atom)













