Serambi Seribu Serbi

space disewakan

Hidup, Cinta, dan Kematian CHE GUEVARA






PENULIS : JORGE CASTANEDA
Judul Asli : The Life and Death of Che Guevara
Penerjemah : Ira Puspitorini, Toni B. Febriantono
Terbitan : Pustaka Promethea Maret 2004 (Cetakan ke-1) 
Detail : xx+702 hlm, 15,5x23,5 cm, 960 gram, Soft Cover, HVS
Kondisi :Bagus
Stok :  5
HARGA : Rp 60.000,-




[Read More...]


Kekurangan dan Kelebihan Blanja.com



Kesan pertama berkunjung, segi penampilan dari blanja.com lebih terlihat ramah dan besahabat, ditinjau dari warna putih yang menjadi warna dominan diweb jejualan tersebut. Bahkan dari sisi penampilan juga tak kalah menarik dengan website jual- beli yang lain, kelihatan sederhana tak menghilangkan kesan elegan dan unsur friendly user.

Semakin maraknya toko online dewasa ini menjadikan para konsumen lebih selektif, disini saya akan mengenalkan E- Commerce istilah mudahnya lapak online blanja.com sebagai tempat belanja yang cukup ramah dan cukup menyenangkan, bagi yang belum pernah ngabisin duit lewat blanja.com buruan dah capcus, mungkin anda kurang yakin dengan blanja.com, maka dari itu akan penulis kasih poin- poinnya, diantaranya blanja.com menyediakan jaminan pembelian, mulai dari perjanjian pengguna, kebijalan privasi (data konsumen dijamin aman dan tidak disalah gunakan) dan pengembalian barang dan refund.

Bahkan yang lebih asyik lagi konsumen bisa ikut berjualan di blanja.com melalui metode toko bisnis alias penjual yang memiliki entitas bisnis yang legal dan toko individu yaitu penjual yang tidak terdaftar sebagai perusahaan atau tidak memiliki entitas bisnis legal, dengan syarat usia minimum 17 tahun. Lihat dan kunjungi dan tes dahul jangan asal cuap- cuap sebelum tau kebenarannya, memang sih kadang cacian hinaan adalah syarat untuk pengkokohan suatu objeknya. Masih ingat historynya Lapak- lapak sebelah yang sudah mulai lebih dulu dalam dunia E- commerce, jangan panik!

Yang perlu anda tahu lagi blanja.com adalah perusahaan market place hasil kerjasama antara Telkom Indonesia dan Ebay. Bagi para konsumen prinsip belanja online sebenarnya sama kok dengan belanja di toko. Pastinya pembeli harus  lihat-lihat dulu dong dimana lokasinya, reputasi penjual, harga dan kualitas barang, keamanan bertransaksi, dll. semua ini adalah variabel yg dapat mendorong pembeli untuk belanja di sebuah tempat.  begitu juga dengan belanja online. variabel yg sama harus pembeli cek dulu sebelum berbelanja online.

Apa sih yang ga ada di blanja.com? bahkan Isi ulang token prabayar PLN aja ada, coba deh dimari.





Uniknya di Blanja.com walaupun banyak pembeli yang kurang yakin apabila beli barang online tanpa memegang langsung barangnya kurang “ngeh” gitu istilah redaktor  ini ada saran langsung dari teman saya yang udah langsung belanja sendiri ke situsnya:

 

TIPS BELANJA ONLINE ALA FARAH @farafit

 

1. beli di toko online terpercaya. jangan coba- coba beli di toko abal alay yang testimony pelanggannya lebay, jadi kaya buatan sendiri. ada juga sih toko kecil yang bagus dan terpercaya (seperti toko mamake) jadi hati- hati aja memilih toko onlinenya. biasanya orang yg udh biasa jualan online akan buka lapak tidak cuma di satu toko online besar, jadi jangan khawatir.
2. jangan beli barang mahal, kak Farah sering baca orang beli elektronik via online karena murah tapi akhirnya malah ketipu. entah barangnya cacat, ga lengkap, bekas, atau malah ga dikirim sama sekali terus penjualnya ngilang kaya ditelan bumi. haduh, mending beli mahalan dikit tapi kita udah periksa semua dan pegang di toko terpercaya daripada ketipu kan. ada teman juga menyarankan untuk beli COD. Kalau saya sih tetep ogah beli barang mahal, patokan saya 150rb maksimal. lewat dari itu mending gausah atau tunggu sampe harganya segitu. bukan apa- apa, jadi kalau seandainya kita ketipu kita ga ketipu terlalu banyak. ada toko online menyediakan refund sih cuma pasti nunggunya lama dan prosesnya belibet. jadi mending ga usah beli yang terlalu mahal.
3. bandingkan harga dengan toko online lainnya kalau mau beli suatu barang, bandingin dengan toko lain karena bisa aja harganya lebih murah. tapi jangan cepet kepincut dengan barang mahal yang tetiba harganya keterlaluan murahnya, bisa jadi ini bohongan.
Sebenernya untuk mencari sisi negatifnya toko online Blanja.com tidaklah sulit misal Blanja.com dikenal lama pengirimannya, ada juga yang beli ini e dikirim itu. Mungkin kalau dilihat dari sisi positifnya Toko ini sedang kebanjiran order, atau lagi bribet salah ngebungkus gegara pegawainya gagal move on? Pengalaman penulis ni. Muehehe

Jadilah pembeli cerdas bukan pembeli asal “save your money to more importent” Sekian happy shoping.






[Read More...]


Buku Pram dalam Kelambu di Toko Buku Online Kami



cover buku Pram dalam Kelambu

"Pram dalam Kelambu" karya Soesilo Toer
Penerbit: Pataba Press Blora
Penyunting: Gunawan Budi Susanto
Cetakan: pertama 2015
Tebal buku: xxvi + 164 halaman
ISBN: 978-602-71978-00
Harga: Rp 70.000,00 (tak termasuk ongkos kirim)

Pesan langsung disini atau langsung kontak 085643413091

Salam pagi, salam hangat sekalian dari kota Yogyakarta berhati nyaman. Setelah para pecinta Pramoedya Ananta Toer menunggu- nunggu buku seri kedua dari karya Soesilo Toer yaitu "Pram dalam kelambu" akhirnya buku tersebut sudah mulai beredar dipasaran.

Gambar menggembirakan lainnya, buku "pram dalam Kelambu" rencana  akan launching pada hari Sabtu (7/2/2015) berlokasi di Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa (PATABA) di Jl. Sumbawa No. 40 Jetis, Kabupaten Blora.

Acara akan dimulai dari pikul 19.00 Wib sampai rampung. Acara ini bersifat umum bagi siapa saja, apalagi bagi para pemburu tanda tangan penulis, dan tentu saja akan  memberikan nilai lebih untuk esensi sebuah buku bagi kalangan pembaca maupun distributor buku ini (red: Pram dalam Kelambu)

Sekilas tentang buku ini berisikan kisah hidup Pram sastrawan besar Indonesia yang  berhasil menyabet Nobel Sastra dunia dan menggetarkan dunia dengan Tetralogi Burunya.

Rencana kami akan meresensi atau setidak- tidaknya mereview buku ini dalam waktu dekat (tentunya kalau dah dibaca, hehe). Pak Soesilo Toer tetap produktif  menulis di usia senjanya walaupun masuk di tahun ke-77nya, semoga selalu diberi kesehatan. Pak Sus panggilan akrabnya suka menulis diatas kertas untuk menuangkan karyanya, yang selanjutnya disalin dimesin ketik kesayangan, beliau lebih suka menulis dengan tangan karena lebih fleksibel, dimanapun kapanpun dan dalam posisi apapun.

Tampak dari luar, Perpus. PATABA
Hal inilah yang membedakan Sus dan Prawito, keduanya adalah adik kandung Pram, Prawito sebagai kakak Sus, selalu menulis dengan mesin ketik manual. Bagi pembaca yang belum pernah berkunjung di kediaman Pak Sus, rumahnya dijadikan juga sebagai Perpustakaan Pataba. Kesan pertama penulis terhadap Pak Sus adalah sosok yang begitu kentara sederhana bahkan bisa tercermin dari rumah beliau, namun dilihat dari dunia akademisi bilau adalah lulusan Doktoral ekonomi di salah satu kampus elite Rusia.

Dua dari lima jilid bukunya Soesilo (tiga lainnya belum ditebitkan) ditulis untuk mengungkap kehidupan Pramoedya Ananta Toer baik positif- maupun negatif, lebih unik lagi pembaca diajak untuk mencari jawaban panggilan keseharian PAT yang belum terungkap. Pak Sus sendiri menulis bukan bermaksud untuk menghakimi sisi negatif Pram, dia hanya ingin mencoba mensetarakan kakaknya dengan manusia lainnya yang tak luput dari salah dan dosa, barangkali menjadikan pelengkap sosok pribadi Pram yang sudah dikenal masyarakat selama ini.   

Sedikit bocoran, seri ketiga buku Soesilo akan berjudul Pram dalam Bubu. Buku yang mengisahkan  kehidupan PAT, diantaranya surat pribadi Pak Sus untuk Prof Theo, pakar filsafat. Tambahan. Bubu adalah perangkap dari bambu untuk menangkap ikan disungai, atau kanal- kanal salauran air.

Buku keempat akan berjudul Pram dalam Belenggu, bercerita tentang tokoh utama yaitu Pram dikehidupannya yang penuh batu sandungan dan berliku- liku. Pak Sus sendiri sebagai saksi hidup perjuangan hidup sang kakak. Penuh konflik, mengharukan, menyentuh, dan bahkan ada moment yang membuat marah orang.

Dan seri terakhir dari keempat bukunya akan berjudul Pram dalam Tungku. Lebih mengisahkan Pram dari sudut pandang orang lain, baik bersifat kritikan membangun, menghakimi bahkan menghujat. Bak tungku berisi masakan, Pram yang dikenal dibesarkan disebuah kondisi lingkungannya. Matang dan bercita rasa dari campuran bumbu yang dipanasi api dari bawah tungku.

Semoga kita segera dapat menikmati karyanya Pak Sus dalam waktu dekat, pantengin terus blog kami untuk mendapatkan update terbaru dari ketiga buku Pak Sus yang belum terbit, dan buku- buku lainya. Dan tentu saja anda bisa membeli bukunya dan buku-  buku lainnya disini. Sekian. Semoga bermanfaat

Regard

Sumber:

-       https://www.facebook.com/patabapress


[Read More...]


Buku Jejak Langkah Pramoedya Ananta Toer | Review dan Harga Tebaik Toko Buku Online



Dibuku seri sebelumnya, Anak Semua Bangsa, Tokoh utama Minke mulai belajar mengenal kehidupan rakyat Hindia yang tertindas oleh kekuasaan colonial Belanda, maka diseri tetralogi ketiga yaitu Jejak Langkah ini mengisahkan perjuangan Minke mengenalkan dan  menggerakan faham  nasionalis melalui organisasi modern dan surat kabar.

(Pertama terbit pada tahun 1985)
Lentera Dipantara; Cetakan IX, Februari 2012
Softcover; xii + 724 halaman; 13 x 20 cm
ISBN: 979-97312-5-9

Harga: Rp 37.000

Pembelian bisa via 085643413091 atau langsung klik disini

Minke mendirikan Syarikat Prijaji (1906), bersama kawannya Thamrin Mohammad Thabrie, yang dua tahun sebelumnya tepatnya 1905 berdiri organisasi Boedi Oetomo (BO). 1909 atau tiga tahun kemudian Minke menggagas berdirinya Syarikat Dagang Islamijah (SDI), juga bersama Thamrin Mohammad Thabrie, dan tentu saja anggota organisasinya semakin bertambah banyak sampai menyentuh keseluruhan pulau Jawa.

Pada tahun 1907 Minke menerbitkan surat kabar pribumi yang pertama, bernama 'Medan'. Kantor redaksinya bertepatan di Jl. Naripan no. 1, Bandung. Untuk pengelolaanya, Minke dibantu oleh beberapa temannya, diantaranya Marko, Sandiman, Hendrik, Prinses van Kasiruta (istri ketiga Minke), kelahiran Maluku. 'Medan' yang tirasnya terus berkembang menjadi tempat aduan para pribumi yang tak berdaya akan kesewenang- wenangan, tertindas dan terdiskriminasi oleh hukum. Berdampak dengan apa yang disuarakan Minke lewat pers dinilai membahayakan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Jejak Langkah berbagai cover (Sumber: Goodreads)
Singkat cerita, Minke ditangkap ketika mempersiapkan berpropaganda bagi SDI (sampai ke luar Hindia). Sedangkan sebenarnya ia telah menyerahkan pengelolaan 'Medan' untuk Pimpinan Pusat SDI kepada Hadji Samadi (ketua Cabang Solo) dan orang- orang kepercayaan Minke. Walapuun Itu kata buku, namun tetap saja menarik untuk dibaca dan tentu saja dibeli J

Yang menjadi tanda Tanya besar bagi rata- rata pembaca, siapa sebenarnya Minke? Nama aslinya memang tidak pernah diungkapkan dalam 3 seri buku sebelumnya. Namun di Jejak Langkah sedikit disebutkan ketika Minke menulis setiap berita dengan inisial TAS. Berikut sekelumit penjelasan untuk menghilangkan rasa penasaran, siapa dibalik inisial  TAS?

TAS yang lebih dikenal dengan Minke dalam Tetralogi sebenarnya adalah RM Tirto Adhi Soerjo, bapaknya pers nasional, dan lebih mengherakan lagi baru diangkat menjadi pahlawan nasional November 2006. Seperti pada buku, tahun 1906 TAS mendirikan organisasi Syarikat Prijaji, setahun kemudian menerbitkan surat kabar Medan Prijaji dan tahun 1909 mendirikan Syarikat Dagang Islam. Sumber mengenai Tirto Adhi Soerjo (TAS) sudah banyak beredar diInternet.

Sedangkan tokoh Thamrin Mohammad Thabrie adalah Thamrin Mohammad Thabrie, beliau adalah Wedana (pembantu bupati) yang lahir di Batavia (Jakarta) Hindia Belanda, ayah dari Mohammad Husni Thamrin. Marko adalah Mas Marko Kartodikromo, anak didik Tirto Adhi Soerjo, sesudah gurunya wafat, hijrah ke kota Surakarta dan mendirikan surat kabar sendiri yaitu Doenia Bergerak.

istri ketiga Minke Prinses van Kasiruta mewakili Prinses Fatimah, yang senyatanya menjadi istri ketiga Tirto Adhi Soerjo, dan lebih dikenal dengan sebutan Prinses van Bacan. Hadji Samadi adalah K.H.Samanhudi.

Mempelajari, mengartikan sejarah dari Teralogi Pram itu terkesan lebih menyenangkan ketimbang membaca sendiri buku Sejarah atau PSPB bagi yang SDnya sejaman dengan babe/ nyak saya   dulu (heee anda tahu maksud saya).

“Perdagangan adalah kebebasan dari pangkat-pangkat, tak membeda-bedakan manusia, apakah penggede ataupun buruh, bahkan budak pun. Berdagang itu belajar berpikiran cepat. Mereka menghidupkan yang beku dan menggiatkan yang lumpuh”
 kurang lebih tentang quotenya mbah Pramoedya Ananta Toer, Jejak Langkah

Ada perbedaan di novel Jejak Langkah  dengan dua seri sebelumnya. Meskipun tokoh Minke tetap menjadi sorotan cerita dan tetntunya selalu menjadi sudut pandang tersendiri, dalam Jejak Langkah peran Minke kentara kental sekali. Karena dalam serial Anak Semua Bangsa, dia seolah- olah selalu dibalik bayang- baying keagungan Nyai Ontosoroh. Tidak bisa dipungkiri, ketika membaca Seri pertama dan kedua  Nyai Ontosoroh lebih kentara peran dan sepak terjangnya dibandingkan Minke. Dikarenakan Minke lebih fokus untuk menyelesaikan permasalahan hukum dan keluarga di ending Anak SemuaBangsa, Dia mengambil keputusan untuk berhijrah ke Betawi Batavia , tentu saja untuk meneruskan pencarian jati diri dan melanjutkan studi di STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) yang lebih dikenal dengan sekolah kedokteran untuk kaum pribumi.

Bebarapa alasan yang menjadikan Jejak Langkah karya Tetraloginya PAT ini masuk nominasi buku terlaris sepanjang masa. Pertama alur ceritanya yang kaya dan banyak akan syarat detail sejarah. Selain yang ditemukan roman Arok Dedes, Pram menunjukkan kelihainnya mengolah fiksi dan apa yang disebut nyata dalam sejarah. Dengan Minke, pembaca dapat mengikuti proses mulai dari lahirnya sampai berkembangnya generasi pertama organisasi-organisasi pelopor pergerakan pribumi di Indonesia atau lebih dikenal Hindia tempo dulu.
Mingguan Medan Priyayi (Sumber: Mbah Wiki)

Secara langsung pembaca diajak berpikir, organisasi apa yang ditonjolkan dalam buku ini? Ya tentu saja Syarikat Priyayi, Budi Utomo, dan Syarikat Dagang Islamiyah. Meskipun bukan termasuk organisasi pergerakan, Medan Priyayi sebagai awak media dizaman itu, memiliki peran tersendiri dalam mendukung kegiatan organisasi-organisasi yang lagi didirikan. Adanya Medan Priyayilah yang justru langsung tepat sasaran memberikan pengaruh luar biasa kepada khayalak ramai mengemban misi menggugah kesadaran bangsa dan berujung bangkitnya rasa nasionalisme masyarakat.
Pram juga menuturkan sebagian besar tokoh- tokoh dalam kemajuan pergerakan nasional diawal karirnya. Selain itu ada beberapa lagi ang berperan penting pada awal pergerakan nasional, diantaranya ada Thamrin Mohammad Thabrie (ayah M.H. Thamrin), Gadis Jepara (R.A. Kartini), Dewi Sartika, Haji Samadi (K.H. Samanhudi), Marko (Marco Kartodikromo), dan Abdoel Moeis. Sebagian besar tokoh tersebut tidak hanya sebagai figuran saja. Justu mereka memiliki andil besar dalam membantu perjuangan Minke. Misa Thamrin M.T yang berjasa dalam pembentukan Syarikat Priyayi dan Marko yang bertugas sebagai bodyguard Minke serta ikut membantu kegiatan operasional Medan Priyayi. 
R.M. Tirto Adhi Soerjo(Sumber: Wikipedia)
Hal menarik lain dalam buku ini adalah kemajuan Minke dari segi karakter. Minke semakin menunjukkan sisi dewasanya, kematangannya dalam bertindak. Ibarat sudah saatnya melepaskan diri dari induk semangya yaitu Nyai Ontosoroh. Tanpa campur tangan orang lain Minke pun akhirnya busa mengambil keputusan sendiri. Beberapa situasi yang dihadapinya ketika menjadi siswa STOVIA juga sangat membantu dirinya belajar dewasa dan mandiri. Terlihat dari kebiasaanya bertukar pendapat dengan Ang San Mei, sebagai tokoh yang selalu berpikiran selangkah kedepan dan progresif. Selain daripada itu Minke sudah dibekali segudang pengalaman yang keras, itupun dia dapatkan dan dialami secara langsung. Surabayalah penggembleng pribadi alami Minke untuk menjadi sosok yang anti badai. Sehingga ketika dia dikeluarkan dari STOVIA pun, hal itu tidaklah menjadi masalah besar baginya. Justru dia mampu memanfaatkannya sebagai titik balik kebangkitannya.
Kutipan PAT yang masuk daftar favoritku:

"Dan modern adalah juga kesunyian anak yatim piatu, dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya." (Mingke, hal. 2)

"Ilmu-pengetahuan, Tuan-tuan, betapapun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia--dia pun tak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsa." (Van Kollewijn, hal. 41).

Larangan Terbit Jejak Langkah & Sang Pemula pada masa Orba:


Tempo no 14 xvi 31 Mei 1986
Majalah Forum no 14 tahun IV, 23 Oktober 95
Majalah Forum no 14 tahun IV, 23 Oktober 95
Sumber gambar koran by om Priyono. semoga bermanfaat
Salam...


[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2013- 2015 | Platinum Theme modification by Alfian Haris