Mengapa gerakan mahasiswa atau
gerakan perlawanan pemuda banyak muncul di negara berkembang ? Pertama,
modernisme dalam bidang ekonomi politik dalam rangkaian dengan kekuasaan oleh
kekuatan dan dominasi ekonomi politik negara-negara utara terhadap
negara-negara selatan menyebabkan terjadinya transformasi sosial dalam bentuk
kolonialisme, imperialisme sampai neo liberalisme yang terjadi hingga sekarang
ini.
Fakta akan adanya dominasi dan kesenjangan kelas semakin kentara dan tidak
bisa ditutup-tutupi. Ini yang menjadi latar belakang utama kemunculan
gerakan-gerakan pembebasan yang banyak didominasi kelompok muda intelektual
yaitu mahasiswa. Dalam banyak hal keterlibatan gerakan mahasiswa, terutama dalam
gerakan politik banyak mendapat pengaruh dari kondisi domestik maupun global.
Namun hal yang cukup menjadi dorongan utama adalah kondisi politik dalam
negeri. Misalnya saja kediktatoran pemerintahan militer Soeharto atau
kediktatoran rezim yang sama di Amerika Latin menjadi pemicu awal dari
tumbuhnya gerakan-gerakan demokratik mahasiswa.
Kedua, di Indonesia gerakan mahasiswa mendapat suatu
legitimasi sejarah atas keturutsertaannya terlibat dalam gerakan kemerdekaan
dan semenjak berdirinya negara menjadi bagian yang diakui dari sistem politik.
Jika ditelusuri, misalnya, perjuangan kemerdekaan Nasional yang didorong
Soekarno Cs lewat kelompok-kelompok studinya, Hatta lewat perhimpunan
Indonesianya, ternyata efektif dan mampu secara luas membangkitkan perasaan
untuk sesegera mungkin lepas dari belenggu kolonialisme. Kelompok yang dulunya
disebut “pemuda pelajar” ini menjadi semacam “martil kelompok terdidik” yang
membawa angin perubahan untuk memenuhi kebutuhan sosial masyarakat akan
kemerdekaan.
Ketiga, kekurangan lembaga dan
struktur politik yang mapan. Akibat dari itu adalah relatif mudahnya bagi
setiap kelompok yang teroganisir untuk mempunyai dampak langsung terhadap
politik. Eksistensi politik Gerakan Mahasiswa muncul ketika kebutuhan tersebut
hadir. Apalagi dibarisan bawah gerakan-gerakan yang disponsori belum
terakomodasi menjadi kekuatan perubahan yang signifikan. Gerakan Mahasiswa
mulai membentuk suatu elit, sehingga merasa berperan dalam kemungkinan
terjadinya transformasi sosial yang lebih luas. Akses informasi tentang situasi
perpolitikan memungkinkan banyak tela’ah untuk pembuktian bahwa proses
regimentasi politik totaliter harus mendapat tanggapan yang serius dan
tanggapan yang serius dan diterjemahkan dalam bentuk gerakan-gerakan yang lebih
konkrit.
Banyak di antara Universitas yang berada di perkotaan yang sebagian besar
populasi mahasiswa berada dalam jarak jangkauan yang mudah terhadap pusat
kekuasaan. Ini memungkinkan Gerakan Mahasiswa mudah melakukan sebuah aksi untuk
memblow-up isu yang potensial dalam upaya pemobilisasian kesadaran massa yang
lebih maju.
Beberapa fenomena politik
mahasiswa menjadi makin mewmbesar karena ia di lakukan di tempat-tempat yang
relatif mudah dijangkau media. Peristiwa 1965, 1974 sampai pada peristiwa Mei
1998 menjadi semacam pilot project radikalisme mahasiswa yang bergerak di lini
oposisi pemerintahan. Gerakan Mahasiswa kemuadian mencuat menjadi semacam
gerakan-gerakan ujung tombak (avant garde), dan eksistensinya semakin menjadi
jelas ketika di dalam percaturan politik di tingkatan negara dan massa akar
rumput (grass roots), merasa kekurangan oposisi dari sistem politik rezim
parlementarian atau sentralisme.
Sehingga Gerakan Mahasiswa seringkali menjadi
“cabang keempat” dari sistem pemerintahan.
A. Sejarah Bangsa Pra Politik Etis (Akhir masa Kerajaan)
Tahun 1478 M Kerajaan maritim Majapahit runtuh karena
diserang oleh prabu Girindrawardhana dari Daha. Keruntuhan Majapahit ini
menjadi titik akhir kejayaan kerajaan nusantara karena kerajaan-kerajaan yang
muncul pasca Majapahit, seperti Demak, Pajang atau Mataram, lambat laun
kehilangan taring khas bangsa maritim dan terkungkung dalam eksotisme budaya
agraris. Titik balik kemunduran nusantara ini berawal dari kebijakan Sultan
Trenggono (Raja Demak III) yang secara radikal merubah karakter kerajaannya
menjadi kerajaan agraris. Meski di sisi lain, kita tidak dapat menafikan
kedatangan bangsa Eropa di Nusantara, Portugis dan Spanyol kemudian disusul
Belanda, yang juga turut menjadi sebab arus balik tersebut.
Portugis masuk ke Indonesia pada th 1511 di Kerajaan Malaka.
1527 Portugis tiba di Sunda Kelapa (sekarang Banten, pen.), kemudian 1551,
menguasai Maluku yang menjadi sumber utama rempah-rempah. 1596 Belanda datang
di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan berhasil mengalahkan Portugis. 1602
VOC berdiri. Sejak saat itu VOC mulai menampakkan wataknya sebagai penjajah
dengan melakukan monopoli terhadap perdagangan, terutama rempah-rempah. 1619,
Sunda Kelapa/ Jayakarta berganti nama menjadi Batavia dan secara resmi menjadi
markas besar VOC.
Meski selalu berhasil dipatahkan
namun perlawanan demi perlawanan terus-menerus dilakukan untuk kembali merebut
kemerdekaan bangsa ini. Diantaranya; 1628&1629 => penyerangan Mataram
terhadap Batavia di bawah Sultan Agung, 1667-1669 => Perang Makasar,
1667-1668 => perang Goa, 1682-1683 => perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa,
1674-1679 => perlawanan Trunojoyo, 1685-1706 => perlawanan Untung
Suropati, 1749-1755 => perlawanan Mangkubumi dan Mas Said, 1780 =>
perlawanan Sultan Nuku, 1817 => perlawanan Pattimura di Saparua Maluku,
1825-1830 => Perang Jawa (Perlawanan Pangeran Diponegoro), 1821-1837 =>
Perang Paderi (perlawanan Tuanku Imam Bonjol), perang Aceh dst. Kekalahan dan
kegagalan dalam berbagai perlawanan tersebut sebagian besar disebabkan oleh
Politik Adu Domba (Devide et Empera) yang diterapkan Belanda. Hal ini nampak
jelas pada kasus perlawanan di Mataram yang berakhir pada
perundingan-perundingan yang menguntungkan pihak Belanda (Perjanjian Gianti,
Salatiga, Bongaya dll.)
Imbas dari
peperangan tersebut, kas kerajaan Belanda mengalami devisit sehingga untuk
menutupi kebangkrutan itu diterapkanlah kebijakan Cultur Stelsel (Tanam Paksa)
yang menyebabkan penderitaan rakyat Hindia Belanda.
Keadaan inilah yang
memberikan inspirasi pada anggota parlemen Belanda C. Th. Van pada tahun 1899
untuk menulis sebuah usulan berjudul Utang Budi yang menjadi dasar
diberlakukannya Politik Etis tahun 1901.
B. Sejarah
Bangsa Pasca Politik Etis (1901-1945)
Politik etis,
meski di satu sisi tetap menjadi pola kebijakan baru Belanda dalam mengelola
tanah jajahan namun di sisi lain membawa pengaruh yang positif terhadap dunia
pergerakan di Hindia Belanda. Karena dengan adanya pendidikan untuk kaum
Pribumi pada akhirnya melahirkan golongan baru, yakni golongan priyayi akademik
yang pada muaranya menjadi ujung tombak perlawanan terhadap kekuasaan Belanda.
Sebagaimana diungkapkan oleh Pramoedya Ananta Toer bahwa
tonggak awal organisasi pribumi adalah berdirinya Syarikat Priyayi tahun 1907
yang digawangi oleh RM. Tirto Adhi Soerjo, sang pemula pers pribumi dengan
koran Medan Prijaji-nya. (dalam Tetralogi Pram, TAS dimunculkan dalam sosok
Minke). Selanjutnya menjamur berbagai organisasi pemuda lainnya yang menandai
dimulainya masa konsolidasi kekuatan bangsa dalam satu gerakan besar, seperti
Boedi Oetomo, SDI/SI, PNI, IP, Indische Vereeniging, Trikoro Dharmo/Jong Java,
Jong Celebes, Perhimpunan Indonesia, dsb.
Pada 30
April-2 Mei 1926 diadakan Kongres Pemuda I di Jakarta, yang dihadiri oleh
banyak organisasi kedaerahan. Keinginan untuk membentuk organisasi pemuda
Indonesia belum bisa terwujud karena masih kentalnya nuansa kedaerahan. 2 tahun
kemudian, pada 27-28 Oktober 1928 diadakan Konggres Pemuda II di Jakarta yang
berhasil mencetuskan Sumpah Pemuda. Sebagai kelanjutan kongres pemuda II, pada
24-28 Desember 1929 di Yogyakarta disetujui gagasan fusi organisasi pemuda,
sehingga pada 31 Desember 1930 berdirilah Indonesia Muda di Solo.
Pasang surut berbagai organisasi ini tentunya memang
sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang merumah kacakan
semua aktivis pergerakan nasional. Sehingga ketika terbentuk perlawanan, maka
tokoh-tokoh gerakan tersebut segera diciduk dan dibuang ke digul, luar jawa
atau luar negeri. Karena keadaan yang demikian, maka gerakan perlawanan
terhadap Belanda terbagi dalam dua strategi; kooperatif (Soetomo dkk) dan non
kooperatif (Soekarno dkk.)
8 Maret 1942,
pasca perjanjian Kalijati secara resmi Hindia Belanda jatuh ke tangan Jepang.
Sikap pemuda menghadapi kedatangan jepang terbagi dalam 3 golongan; pertama;
golongan pergerakan yang selama ini sudah amat lelah melakukan perlawanan
terhadap Belanda karena selalu gagal. Jepang bagi mereka adalah angin baru
untuk mendapatkan perubahan. Kedua; golongan yang secara kritis dan cermat
mengamati model dan sifat penjajahan Jepang di Korea, Cina daratan dan Formosa.
Tetapi meskipun kritis, mereka juga menganggap kedatangan Jepang sebagai
penyegaran situasi politik di Indonesia. Ketiga; golongan yang lebih sadar dan
mampu melihat pertentangan raksasa-raksasa dunia itu dengan obyektif.
Mereka
berkeinginan untuk memanfaatkan kekacauan dunia sebagai peluang untuk
mendapatkan kemerdekaan. Di sisi lain, golongan ini sekaligus sangat khawatir
dengan kondisi Indonesia yang belum siap menghadapi perang dunia. (STA : Menang
dan Kalah, 1992 :21). Dalam hal perlawanan terhadap Jepang yang secara tegas
melarang dan membubarkan berbagai organisasi untuk diikutsertakan dalam perang
Asia Timur Raya, gerakan nasional terbagi dalam 2 strategi; Underground (Tan
Malaka dkk.), Kooperatif (Soekarno dkk.).
C. Sejarah
Gerakan Mahasiswa 1945-1966
PROKLAMASI
(17 Agustus 1945)
18 Agustus
1945 KNIP dibentuk mengganti PPKI
Presiden dan
wakil presiden I Soekarno Hatta
’46
>>>>> Kabinet dipimpin oleh PM syahrir (perjanjian renvaille)
>>>>> Masyumi
>>>>> Agresi Militer I
’47 >>>>> PM diganti Amir Syarifuddin
(perjanjian linggarjati)
’48
>>>>>Pemberontakan PKI Madiun
>>>>> Agresi Militer II
’50 >>>>> RIS landasan negara UUDS
’52 >>>>> NU keluar dari masyumi
’51 >>>>> PPMI MMI
(Kiri) (Kanan)
(GMNI, CGMNI)
(HMI & intra kampus)
’54
>>>>> IPNU (sebagai organ taktis NU)
’55 Pemilu I Indonesia pemenanang PNI, Masyumi, PNU, PKI
’59 >>>>> PRRI/PERMESTA
tokoh Safruddin Prawironegoro, M Natsir
>>>>> Ribut masalah dasar negara
(Badan Konstituante) (Islam & Nasionalis)
>>>>> 5 Juli 1959 dekrit presiden kembali
ke UUD ‘45
IPNU tidak mampu sejajar dengan
organ-organ kemahasiswaan lainnya ex: HMI,GMNI dll karena merupakan organ
pelajar. Maka pada tahun 58 bertepatan dengan konggres ke III di Cirebon
menggagas dibentuk depart perguruan tinggi & di bentuk tim kecil untuk
membahas perlu tidaknya dibentuk organ mahasiswa NU.
’59 >>>>> Konbes di Kaliurang kumpul
mahasiswa NU
’60 >>>>> di Asrama
wonolelo sby, berdirilah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.
’61 >>>>> Dwi Kora >>>Ganyang
Malaysia/NASAKOM
’65 >>>>> G 30 S
PKI
’66 >>>>> KAMI
(MMI,HMI,Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) & KAPPI (kesatuan Aksi
Pelajar-pelajar Ina)
Issue: TRI TURA turunkan soekarno
(17 agustus 1966)
D. Sejarah Gerakan Mahasiswa
1966-1998
Tahun 1966, di saat legislatif
tidak mampu lagi mengakomodir kepentingan rakyat, pun tersumbatnya saluran
dioalog dengan pemerintah maka mahasiswa mengambil alih peran legislatif engan
gerakan protes di jalan.
Sejak saat itulah gerakam mahasiswa, pemuda dan
pelajar dikenal dengan istilah baru “GERAKAN PARLEMEN JALANAN”. Gerakan
parlemen jalanan sangat mungkin terjadi karena suasana politik saat itu
memungkinkan mahasiswa, pemuda dan pelajar matang secara politik diakibatkan
sistem politik yang telah dikembangkan oleh orde lama.
Memang gerakan mahasiswa “Angkatan ‘66” mampu menurunkan
Soekarno. Sayangnya, gerakan revolusioner tersebut hanya diletakkan pada
kerangka “kekuatan-kekuatan pendobrak” tanpa “pengawalan ketat” terhadap proses
transisi pasca gerakan penurunan rezim yang dilakukan. Sehingga penuntasan
terhadap tuntutan perubahan tidak dapat terwujud. Dalam sejarahnya, Angkatan
’66 yang semula menjadi ujung tombak perubahan, pada perkembangan
selanjutnyanya ternyata justru terbuai oleh euphoria yang luar biasa atas
kemenangannya. Mereka lupa memposisikan dirinya sebagai media kontrol atas
perubahan dan bukan hanya sekedar melakukan penumbangan rezim.
Di sisi lain, secara obyektif gerakan mahasiswa
mengalami kelelahan fisik dan mental yang luar biasa akibat terforsir di
jalanan antara tahun 1965-1967. Hal ini dapat kita lihat pada mandegnya gerakan
KAMI sebagai gerakan aksi, karena pada generasi KAMI yang lahir selanjutnya,
terjadi keterputusan sejarah, wacana dan idealisme.
Imbasnya, pasca jatuhnya orde lama, Soeharto dengan orde
barunya pada akhirnya kembali menjadi rezim otoriter yang mengkhianati
perjuangan untuk menegakkan demokrasi di Indonesia. Sistem politik yang
represif sengaja diciptakan demi menancapkan kekuatan hegemoniknya lewat
Pembangunan (Developmentalisme). Dan, bulan madu antara gerakan mahasiswa dan
soeharto pun berakhir.
Suara kritis
mahasiswa diabaikan serta dibendung dengan respon represif. Pers sebagai
kekuatan independen yang melakukan fungsi kontrol terhadap negara pun
dibungkam. Puncaknya; terjadilah Malapetaka 15 Januari 1974 (MALARI); dengan
pembredelan belasan media yang mengungkap secara kritis kebobrokan pemerintah
orde baru. Para aktivis mahasiswapun ditangkap tanpa melalui mekanisme dan
prosedur hukum yang jelas.
Tahun 1978,
lahir SK Pangkopkamtib, nomor : SKP-02/KOKAM/I/1978, tentang pembekuan Dewan
Mahasiswa (DEMA). DEMA di seluruh kampus pun dibubarkan. Selanjutnya diperkuat
dengan SK Mendikbud No.0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK)
dan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) dengan tujuan memotong akar gerakan
mahasiswa melalui struktur/pimpinan Perguruan Tinggi.
Proses penerapan NKK-BKK tersebut berimplikasi buruk
dengan semakin melemahnya gerakan mahasiswa –yang juga ditekan oleh militer
sebagai instrumen dari rezim- sehingga ruang politik gerakan mahasiswa
terbunuh. Hal ini ditunjukkan oleh stagnasi yang luar biasa dari berbagai organ
gerakan mahasiswa baik intra maupun ekstra. Pun, pembubaran DEMA membawa akibat
yang negatif pada citra diri mahasiswa. Umumnya mahasiswa menjadi takut
berekspresi, apatis terhadap persoalan bangsa serta cenderung menjauhi
bentuk-bentuk perkumpulan mahasiswa.
Namun di
tengah kelesuan-gerakan tersebut, justru lahir mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai
komitmen perjuangan dan kesadaran kritis yang tinggi terhadap gerakan.
Mereka
adalah mahasiswa yang bergerak di level ekstra kampus seperti di sektor
informal, LSM-LSM, di Jalan-jalan kota, maupun gerakan-gerakan pembasisan riil
di masyarakat desa.
Sadar akan eksistensi mahasiswa di
ruang ekstra kampus yang justru membahayakan bagi negara, terlebih setelah ia
melihat mahasiswa sudah menemukan bentuk baru tugas kesejarahan mereka dengan
melakukan fungsi kontrol atas masalah - masalah yang berkembang di luar kampus
maka Mendikbud Fuad Hasan mengeluarkan SK Mendikbud No. 457/U/1990 tentang
pembentukan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi. Pembentukan kembali organisasi
mahasiswa ini tentunya bukan bebas dari kepentingan. Melainkan, kebijakan ini
adalah upaya untuk meredam aktivitas jalanan (aksi/metode jalanan) yang tumbuh
subur pasca 1988.
Penerimaan SMPT dan
fungsionalisasi organisasi kemahasiswaan memang sangat beragam, Tapi yang lebih
penting dari itu, semua instrumen yang dimiliki mahasiswa, entah di level intra
atau ekstra berhasil diposisikan sebagai penggerak arus perubahan bangsa. Bisa
dikatakan, pada akhir 1980-an sampai akhir 1990-an gerakan mahasiswa semakin
menggeliat. Bahkan Dekade 1990-an ditandai dengan semakin merebaknya gerakan
oposisi di Indonesia sebagai bentuk protes terhadap negara. Hal ini ditunjukkan
dengan pola gerakan yang lebih menyuarakan masalah masyarakat grass root (akar
rumput), HAM dan demokrasi
E. Sejarah
Gerakan Mahasiswa 1998-sekarang
Pasca
Reformasi 1998 gerakan mahasiswa terbagi dalam tiga strategi gerakan.
Pertama;gerakan mahasiswa yang terus-menerus memilih turun ke jalan. Kedua;
gerakan mahasiswayang kemudian melebur dengan kelompok-kelompok marginal, yakni
dengan melakukan pemberdayaan serta pendampingan riil (advokasi) terhadap
masyarakat. Ketiga; gerakan mahasiswa yang kembali lagi ke kampus sebagai basis
gerakan.
Ironisnya, dalam menyikapi kondisi
politik nasional gerakan mahasiswa terjangkit virus kepentingan.
Polarisasi
gerakan pun tak dapat terelakkan. Padahal, menjelang reformasi 1998, seluruh
elemen gerakan mahasiswa dapat berjalan beriringan secara spektakuler,
fenomenal dan revolusioner.
Bila kita
mengamati gerakan mahasiswa 2001, setidaknya akan kita jumpai tiga warna
gerakan berdasarkan pemetaan isu yang diusung dan diperjuangkan yakni Aliansi
BEM-I, BEM-SI dan kelompok yang memilih berdiri di bawah bendera organisasinya
masing-masing. (Tabloid Detak Edisi Maret 2001). Sampai tahun 2007, pemetaan
ini tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Gerakan mahasiswa yang terkumpul dalam Aliansi BEM-I
(Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia) terdiri dari PMII (dimotori oleh IAIN
Jogja), Famred, Jarkot, Forkot, BEM PT Jawa Timur serta sebagian gerakan kiri
lainnya. Pada waktu itu isu yang mereka perjuangkan adalah pembubaran Golkar,
pengadilan Soeharto dan desakan untuk percepatan Pemilu. Dalam hal penurunan
Gus Dur yang di anggap terlibat Buloggate I, mereka cenderung tidak mau larut
di dalamnya.
Dalam perkembangannya, di saat
BEM-I mulai mengalami kevacuman, gerakan mahasiswa yang tergabung dalam
kelompok ini kembali melakukan konsolidasi gerakan mahasiswa di level nasional
dalam bentuk BEM Nusantara. Terhitung sejak tahun 2004-2007 ini, BEM Nusantara
sudah 6 kali mengadakan Kongres Mahasiswa Nusantara yakni di kota Jogjakarta,
Bandung, Surabaya, Riau, Bali dan Jakarta.
Gerakan
Mahasiswa yang tergabung dalam BEM-SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh
Indonesia) terdiri dari UI, ITB,Trisakti,UNJ, IPB, UGM, UNY, dan beberapa
perguruan tinggi lainnya. Isu yang mereka usung dan perjuangkan adalah menuntut
Gus Dur tururn, pembersihan KKN, pengadilan Soeharto dan pelaksanaan enam
agenda reformasi. Di antara beberapa elemen gerakan mahasiswa yang ada,
merekalah yang paling gegap gempita dan bersemangat untuk menurunkan Gus Dur.
Kelompok yang tidak tergabung dengan dua aliansi di atas
dan berdiri di bawah bendera organisasi mereka masing-masing. Mereka adalah
KAMMI, HMI MPO, HMI DIPO, IMM, Alfonso (Aliansi Lembaga Formal Seluruh
Indonesia), Hammas dan lain-lain. Kelompok ini menganggap bahwa Gus Dur adalah
entri point dari seluruh desakan utnuk menegakkan clean and good governance.
Meski di akhir gerakannya kemudian mereka lebih dekat dengan BEM-SI dalam
mendukung penurunan Gus Dur dari kursi kepresidenan.
Polarisasi gerakan mahasiswa pasca reformasi 1998, yang
tercermin dalam pemetaan di atas, merupakan kemunduran besar bagi perjuangan
mahasiswa. Karena persatuan dan gerakan yang coba digalang hanya berlandaskan
pada kepentingan pihak tertentu dan cenderung meninggalkan idealisme sebagai agen
perubahan sosial. Sehingga PR besar bagi gerakan mahasiswa Indonesia saat ini
adalah bagaimana mengupayakan konsolidasi nasional seperti yang pernah tercapai
pada Kongres Pemuda 1928. Sebuah konsolidasi yang benar-benar berlandaskan pada
semangat untuk membangun kejayaan bangsa dan negara Indonesia tercinta. Sebelum
semua itu tercapai, selamanya, gerakan mahasiswa hanya menjadi gerakan yang
tidak punya Bargaining Position apapun dalam setiap perubahan bangsa ini.
MATRIK ALUR HISTORIS GERAKAN MAHASISWA INDONESIA
periodisasi Aktor Gerakan Karakter Gerakan Gagasan
Konteks Sosial olitik
Masa Kolonial
(1907-1925)
masa afiliasi
dan kedaerahan Syarikat priyayai dan SDI-1907 Persatuan bumi putra Ide kemajuan
Politik etis
Boedi utomo-1908 Pendidikan anak
bangsa, kesadran beroraganisasi Ide kemajuan jawanisme
Indische partj-1911 Persatuan melawan
kolonialisme,kemansirian Nasionalisme Hindia Politik diskriminasi
Trikoro Darmo-1915,
Jong
java-1918 kedaerahan Ide keamjuan nation java
Jong sumatranen bond-1919 kedaerahan Ide keamjuan nation
sumatera
Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong
celebes Idem
Jong Islamiten bond-1924
Keislamaan Ide Kemajuan
Indiche
Vereneging 1916 - Perhimpunan Indonesia (1925) Demi kemerdekaan Pencarian
Legitimasi Intersional Nsionalisme Ernest renan
Sosialisme Pasca PD I, Liberalisme Eropa
(1925-1942)
masa
persatuan dan Rintisn kemerdekaan Perhimpunan Pelajar – Pelajar Indonesia
(PPPI) 1925 Demi kemerdekaan Persatuan Pemuda Indonesia Nasionalisme Indonesia
Pergolakan Nasional Melawan Belanda
Konggres
Pemuda I (1926) Pembangunan Solidaritas Fusi Kekuatan Pemuda
Konggres Pemuda II (1928) Persatuan Pemuda Sumpah Pemuda
Bergabung dengn Partai-partai non
Koopertif (1933) Demi Kemerdekaan Nasionalisme
Pendudukan Jepang (1942-1945) (Gerakan Pemuda Stagnan)
Kecuali pada organisasi militer, PETA, dll Kemerdekaan Nasionalisme Perang
dunia II
Revolusi Kemerdekaan (1945 _1950)
Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa indonesia (PPMI) Pro Republik Politik NKRI
Usaha Belanda mengusai kembali Indonesia
ORDE LAMA
(1945-1950) Dewan Mahasiswa (DEMA) 1950 Intra Kulikuler
(non Politis) Pertumbuhan Perguruan Tinggi (PT)
Underbow parpol (GMNI,CGMI,HMI) Propaganda parpol
politis Kampus sebagai Quasi Battle ground Demokrsi Parlementer
Kesatuan Aksi Mahasiswa indonesia (KAMI) Penggantian
Rezim Penumpsan PKI Demokrasi anti Komunisme G-30/S/PKI runtuhnya Orde Lama
ORDE BARU (1966-1998) Petisi 24 Oktober 1973 Pemertaan
dan reorientasi Pembangunan Dependensia Kritik developmentalisme Pemilu 1971
yang curang pemerintahan korup
DEMA
se-Jakarta
MALARI (1974) Anti Dominsi asing
(produk Jepang) Nasionslisme Masuknya Investasi Asing
Persatun Mahasiswa Se-Jakarta 1977 - Pembaruan Struktur
politik
- Kembli ke UUD 1945
- Menyuarakan kritisisme Kerakyatan (illich Scumacher)
regulize Pemilu 1977 ORBA Otoriter
REFORMASI
1998-sekarang CIPAYUNG - Pembaharuan struktur pemerintahan Rezim Otoriter
Soeharto
ULASAN AKHIR:
POTRET SEJARAH BANGSA
Periodesasi Tanggal/ tahun Peristiwa/Nama Keterangan
Masa Kolonialisme Belanda
(1596-1942)
- Akar
kolonialisme di dunia berawal dari hasrat pemenuhan kebutuhan rempah-rempah
yang semakin sulit akibat penutupan jalur sutra oleh pasukan Islam pada saat
perang Salib. (Kapitalisme Awal).
- Perjalanan
samudra pertama di awali oleh Portugis dan Spanyol
1478 M Majapahit tumbang Kerajaan Maritim yang berhasil
menyatukan Nusantara
1500 M Kerajaan Islam Demak
Berdiri Raja pertama Raden Fatah
1511 M
Portugis menguasai Malaka Hubungan Demak dengan Malaka terputus
1513 M Penyerangan Demak ke Malaka Dipimpin Pati Unus,
tapi gagal.
1521 M Trenggono naik sebagai Raja
Demak “Titik balik” kemunduran Nusantara.
Negara Maritim berubah jadi Agraris
yang hanya berorientasi ke dalam.
1527 Portugis
datang di Sunda Kelapa Awalnya atas nama motif ekonomi “perdagangan”
1575 M Sultan Baabulloh (Ternate) berhasil mengusir
Portugis dari Maluku -
1586 Mataram
berdiri di Kotagede Yk Sutawijaya (Panembahan Senopati)
1596 M Belanda datang di Indonesia Dipimpin Cornelis de
Houtman; dengan Jargon 3G (Gold, Glory dan Gospel)
1602 M VOC (Vereenidge Oost Indische Compagnie) berdiri.
Dipimpin J.P. Coen (pada masa Mataram sebelum sultan Agung); Praktek monopoli
rempah-rempah.
1619 Jayakarta berganti nama
Batavia Batavia menjadi markas besar VOC
1666
Perjanjian Bongaya Raja Hasanuddin dari Makasar menyerah kepada VOC
1676 Perjanjian Jepara
Amangkurat II harus menyerahkan pesisir utara tanah jawa
jika VOC berhasil menaklukkan Trunojoyo
1730
Pemberontakan Sambarnyawa (Raden Mas Sa’id) dg motif kedaulatan mataram diinjak-2
dan kesepakan dg Belanda yg membelenggu (ini mempunyai pengaruh besar bagi
jawa).
1755 Perjanjian Gianti Mataram dibagi 2;
Surakarta dan Yogyakarta
1757
Perjanjian Salatiga Surakarta dibagi 2; Mangkunegaran dan Kasunanan
1825-1830 Perang Jawa Dipimpin Pangeran Diponegoro
1830-1870 Culture Stelsel oleh Van de Bosch Kebijakan
untuk menutupi kekosongan kas Belanda pasca perang Jawa dan perang lain di
Nusantara. VOC Pailit.
1901 Politik
Etis Van Deventer Edukasi, migrasi, irigasi Kemenangan kaum Liberal atas Ratu
Wilhelmina; tetap menjadi kamuflase politik / cara baru pengelolaan tanah
jajahan.
Masa Afiliasi, kedaerahan dan
kebangkitan
(1907-1925)
Faktor internal :
- Rasa
senasib sbg bangsa terjajah.
-
Transportasi dan komunikasi yang semakin maju
- Konsolidasi bangsa
- Inspirasi Kejayaan Sriwijaya dan Majapahit.
- Massifnya konsolidasi wacana tentang nasionalisme dan
wacana kebangsaan melalui pers.
Faktor
Eksternal :
- Revolusi kaum muda Turki/
Gerakan Turki Muda di bawah Kemal Attaturk,1908
- Berakhirnya PD I; 1918, menandai dimulainya revolusi
Asia
- Perlawanan kaum nasionalis India 1919,
terhadap Inggris dengan tokohnya Mahatma Gandhi. (Ahisme, hartal, satyagraha
dan swadeshi.)
- Revolusi Tionghoa/ nasionalis
China di bawah pimpinan dr. Sun Yat Sen menumbangkan dinasti Manchu. 1911
- Politik Diskriminasi
- Kemenangan Jepang atas Rusia pada PD I
- Revolusi Bolsevik di Rusia 1917; menumbangkan
feodalisme Tsar.
- Gerakan nasionalis Filipina di
bawah Jose Rizal.
- Pasca PD I, kekuasaan modal
bergeser dari Eropa ke Amerika Serikat sehingga kekuatan Eropa melemah.
- Gerakan pembaharuan Islam yang dibawa Jamaluddin Al
Afghani, Muhammad Abduh dan rasid Ridha. 1907 Syarikat Pyiyayi oleh RM. Tirto
Adhi Soerjo Organisasi Pribumi Pertama di Indonesia
20-05-1908 Boedi Oetomo oleh Dr. Soetomo dan pelajar
STOVIA (Sekolah dokter pribumi), masih bersifat Jawasentris. Pada kongres
pertama Oktober 1908, terjadi perdebatan tentang eras gerak BO dan dimenangkan
oleh golongan tua yang tidak menghendaki BO terjun dalam dunia politik. Sejak
saat itu BO menjadi lamban dan ditinggalkan oleh golongan muda yang radikal,
seperti dr. Soetomo dan Ciptomangunkusumo
22-12-1908
Indische Vereeniging
1922; berganti nama Indonesische
Vereeniging
1925; Berganti nama menjadi
Perhimpunan Indonesia Organisasi mahasiswa Indonesia di Belanda dipimpin oleh
Drs. Moh. Hatta
1923; Iwa Kusumasumantri
1924; Nazir datuk pamuncak
1925; Sukiman Wiryosanjoyo, mencetuskan manifesto
politik.
1909 SDI (Sarekat Dagang Islam)
1909; dirintis oleh RM. Tirto Adhi Soerjo
1911; Diresmikan oleh H. Samanhudi di Solo Organisasi
pedagang batik untuk melawan monopoli penjualan bahan baku oleh pedagang Cina.
Awalnya bersifat kooperasi tapi selanjutnya berubah menjadi partai massa yang
non kooperatif shg Belanda jadi waspada. Tahun 1930; SI pecah jadi 2; SI merah
pimpinan Semaun& Darsono, SI putih pimpinan H. Agus Salim dan HOS
Cokroaminoto dan akhirnya berubah menjadi Partai Syarikat Islam Indonesia
(PSII)
November 1912 SDI berubah menjadi Sarekat
Islam; diketuai H.O.S Cokroaminoto, H. Samanhudi sebagai ketua kehormatan
18-11-1912 Muhammadiyah di Yogyakarta oleh KH. Ahmad
Dahlan Bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan agama.
Desember 1912 Indische Partij oleh Tiga serangkai;
Douwes Dekker (Danudirja setiabudi), dr. Cipto Mangunkusumo, Suwardi
Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) Organisasi politik pertama. Bersikap sangat
radikal. Semboyannya Indie los Van Holland (Hindia bebas dari Holand), Indie
Voor Inders (Hindia untuk orang Hindia). Pada maret 1923 IP dibubarkan oleh
pemerintah Belanda.
Agust 1913 Komite Bumi Putra oleh
Tiga Serangkai Menulis artikel als ik eens Nederlander was (seandainya aku
orang belanda). Akibat tulisan ini ketiganya dibuang ke Belanda
1914 Berdiri Indische Sosial Democratische Vereeniging
(ISDV) oleh Sneevliet, Bransteder dan Semaun 23-05-1920; berubah nama menjadi
Perserikatan Komunis Hindia
1924; berubah
menjadi Partai Komunis Indonesia.
12-11-1926;
memberontak kpd Belanda
7-03-1915
Trikoro Dharmo di Jakarta
1918;
berganti nama menjadi Jong Java Setelah sumpah pemuda Jong Java melebur dalam
Indonesia Muda
03-07-1922 Taman Siswa di
Yogyakarta Didirikan oleh Ki Hajar Dewantara
1923 Persatuan Islam (Persis) di Bandung
1924 Indonesische Studie Club oleh dr. Soetomo
Organisasi ini terbentuk setelah dr Soetomo keluar dari BO pasca kongres I
karena BO dikuasai oleh golongan tua yang tidak sejalan dengan keinginan kaum
muda.
Masa Persatuan dan Rintisan Kemerdekaan
(1925-1926)
- 1930-an;
resesi ekonomi di negara kapitalis sehingga terjadi konflik untuk memperebutkan
negara jajahan sehingga terbentuk kubu Axis (Jerman dan Jepang) dan Allies
(Sekutu)
- PD II; 1939; akibat nyata dari
Malaise (resesi ekonomi) 1925 Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI)
Mengentalnya nasionalisme dan peratuan pemuda Indonesia
22-02-1925 Perhimpunan Politik Katolik Jawi di
Yogyakarta Tokoh utamanya adalah I.J. Kasimo
31-01-1926 NU berdiri di Surabaya Dipelopori oleh KH
Hasyim Asy’ary dan KH Wahab Hasbulloh
1926
Pemberontakan PKI (Partai Komunis Hindia Belanda) Diilhami oleh Revolusi
Bolshevik di Rusia, sejak itu banyak tokoh Indonesia yang melakukan kontak
dengan Uni Soviet
1926 Perhimpunan Pelajar-Pelajar
Indonesia (PPPI) Tokohnya; M.Yamin, Amir Sjarifudin, AK.Gani,Abdulloh Sigit,
Suwiryo dll
30 April-2 Mei 1926 Kongges Pemuda
I di Jakarta Fusi kekuatan Pemuda, semangat kedaerahan masih sangat kental
04-07-1927 Berdiri Partai Nasional Indonesia (PNI) oleh
ir. Soekarno. Bersikap sangat radikal dan melakukan agitasi politik. 1929;
tkoh-tokohnya ditangkap& dipenjara. April 1931; PNI membubarkan diri (Mr.
sartono). Anggotanya pecah; yang setuju membentuk Partindo. Yang tidak setuju
membentuk PNI Baru yang justru lebih radikal dipimpin oleh Hatta dan Syahrir.
27s/d28 -10- 1928 Konggres Pemuda II di Jakarta Sumpah
Pemuda “28-10-1928”, M. Yamin mengartikannya sebagai toggak masa Penegak
31-12-1930 Indonesia Muda di Solo Meneruskan gerakan
Kongres Pemuda
Desember 1935 Berdiri Partai
Indonesia Raya (Parindra); Fusi dari BO dan Partai Bangsa Indonesia (PBI)
Ketuanya Dr. Sutomo. Banyak bergerak dalam bidang ekonomi dan sosial budaya
1939 GAPI (Gabungan Politik Indonesia), federasi
partai-partai atas inisiatif Parindra Gabungan antara PSII, Parindra, Partai
Katolik, Persatuan Minahasa, Pasundan, Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)
Gerakan 3A (29-08-1942);
Nipon Cahaya Asia
Nipon
Pelindung Asia
Nipon Pemimpin Asia
Jepang membentuk :
a. Keibodan;
organisasi militer pembantu polisi.
b. Seinendan;
barisan pemuda
c. Heiho; tentara Bumiputera dalam
Balatentara Dai Nippon.
d.
Gunseikanbu; lembaga bahasa yang menterjemahkan bahasa Belanda ke bahasa
Indonesia
8-03-1942 Perjanjian Kalijati di
Kalijati Subang Jawa Barat; Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang
Menandai kekuasaan Jepang di Asia Timur Raya (Cina,Indo Cina,Thailand,
Burma,Indonesia,Filipina& pulau2 di Pasifik) di bawah Tenno Heika.
20-03-1942 Dikelurkan peraturan yang melarang semua
rapat dan kegiatan politik Tapi pada 15-07-1942 diperbolehkan berdiri
perkumpulan yang bersifat hiburan.
- Jepang
mengambil simpati pemimpin Indonesia dengan membebaskan mereka dari tahanan
Belanda. Malangnya, setelah itu Jepang menerapkan Romusa (kerja paksa) yang
sangat kejam untuk membangun sarana dan prasarana perang.
- Untuk mengurangi korban, Sri Sultan Hamengkubuwono
melarang rakyatnya untuk ikut Romusa dan mengalihkan perhatian Jepang dengan
membangun Selokan Mataram yang menggabungkan S. Progo dan S. Opak sepanjang 35
M, untuk mengairi sawah di Sleman.
06-04-1943
Dibentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat) oleh empat serangkai; Soekarno, Hatta,
KH. Mas mansur, Ki Hajar Dewantara. Dalam perkembangannya putera lebih berpihak
pada Indonesia sehingga dibentukJawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa)
Okt 1943 Berdiri PETA (Pembela Tanah Air) PETA melakukan
pemberontakan pada 14-02-1945 di Blitar di bawah Supriyadi
Maret 1945 Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI) di bentuk Diketuai dr. Radjiman, Suroso&1 orang Jepang
beranggotakan 59 orang.
8&9-08-1945
Amerika menjatuhkan Bom di Hirosima dan Nagasaki Peristiwa ini menjadi simbol
runtuhnya kekuatan Jepang.
08s/d14
-08-1945 Soekarno-Hatta-Radjiman diundang ke Dalat Indo Cina oleh Jend. Terauci
Terauci menjanjikan Indonesia diberi kemerdekaan pada 24-08-1945
13s/d14 -08-1945 Proklamasi Postdam Amerika menuntut
Jepang untuk menyerah tanpa syarat.
16-08-1945
Peristiwa Rengas Dengklok Soekarno-Hatta diculik oleh kaum muda untuk mendorong
proklamasi kemerdekaan Indonesia.
MASA ORDE
LAMA
1945-1966
Juli 1944 terjadi pertemuan Bretton Woods untuk
merumuskan strategi baru mengahadapi negara-negara yang merdeka. Hasilnya :
- 1946; dibentuk World Bank dan IBRD; memberi pinjaman
untuk pembangunan bangsa yang baru merdeka dengan persyaratan model pembangunan
tertentu
- 1947; dibentuk IMF; memberi
pinjaman untuk negara yang kesulitan dalam neraca pembayaran luar negeri dan
memasukkan disiplin financial tertentu.
- 1947; GATT
beroperasi; memajukan dan mengatur perdagangan dunia agar sesuai dengan kepentingan
kapitalis.
- 1945 berdiri PBB dan juga
disepakati Declaration of Human Right.
Kondisi Orla
pra 1965 :
- Keadaan ekonomi negara kian
terpuruk akibat Politik berdikari yang digagas Soekarno sehingga bantuan luar
negeri dihentikan.
- Laju inflasi membumbung tinggi
sampai 600%
- berkali-kali dilakukan
pemangkasan nilai rupiah.
- Tersedotnya
APBN untuk Politik konfrontasi Orla dengan Malaysia. 17-08-1945 Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia Jum’at Legi, di rumah Laksamana Maeda, Jl. Pegangsaan
Timur no.56 Jakarta
1945-1959 Demokrasi Liberal Pada
masa ini terjadi berulang kali pergantian perdana menteri dan kabinet sehingga
terjadi labilitas politik
18-08-1945
KNIP dibentuk menggantikan PPKI
23-03-1945
Bandung lautan Api TKR (Tentara Keamanan Rakyat) melawan sekutu yang diboncengi
oleh Belanda (NICA). Sekutu membakar kota Bandung
15-08-1945 Akhir PD 2 Jepang menyerah pada sekutu
17-08-1945 Proklamasi Kemerdekaan RI
..........1945 Peristiwa Bojong Kokosan di Sukabumi TRI
(Tentara Republik Indonesia) melawan Sekutu
19-09-1945 Peristiwa hotel Yamato di Surabaya Pemuda
Indonesia menurunkan bendera belanda diganti dengan merah putih
14 s/d 20-10-1945 Pertempuran Lima Hari di Semarang TKR
melawan Jepang
21-10-1945 NU mengeluarkan
Resolusi Jihad Dikeluarkan karena kedatangan tentara Amerika, Inggris&NICA
dipimpin oleh Jend. Mallaby tidak direspon oleh tentara.
10-10-1945 Pertempuran 10 November di Surabaya TKR di
bawah Bung tomo melawan Sekutu dan NICA. Jenderal Mallaby (Sekutu) tewas.
10-12-1945 Pertempuran Medan Area di Medan TKR di bawah
Achmad Tahir melawan sekutu
12-12-1945
Pertempuran Ambarawa di Ambarawa TKR di bawah kol. Sudirman melawan Sekutu
15-12-1945 Inggris mundur dari semarang Hari Infanteri
18-11-1946 Puputan Margarana di Denpasar TRI Di Bawah I
Gusti Ngurah Rai melawan Belanda
25-03-1947
Perjanjian Linggarjati
a. Belanda
mengakui kedaulatan negara RI atas Sumatera, Jawa dan Madura
b. RI dan Belanda akan bekerja sama membentuk Negara
Indonesia Serikat
21-07-1947 Agresi Militer Belanda
I
17-01-1948 Perjanjian Renfille RI mengakui
daerah-daerah yang diduduki Belanda pada Agresi Militer I menjadi daerah
Belanda
18-09-1948 Pemberontakan PKI di
Madiun PKI di bawah Muso memberontak dan ingin mendirikan negara komunis di
Indonesia.
19-12-1948 Agresi Militer Belanda
II
Nov 1949 UUD RIS diberlakukan Tahun 1950
berganti menjadi bentuk negara berganti menjadi RIS
01-03-1949 Serangan umum di Yogyakarta TNI di bawah
pimpinan letkol Soeharto melawan Belanda.
07-05-1949
Perjanjian Roem-Royen a. Pemerintah Indonesia akan dikembalikan ke Yogyakarta
b. Indonesia dan Belanda akan mengadakan perundiangan
lagi dalam KMB
14-08-1949 Pemberontakan DI/TII di
Jateng (1949-1962) DI/TII di bawah Kartosuwiryo akan membentuk negara Islam di
Indonesia.
..........1949 Pemberontakan Ibnu
Hajar di Kalimantan Selatan. -
23-08-1949
sampai 02-10-1949 Konferensi Meja Bundar (KMB) a. Belanda mengakui kedaulatan
Republik Indonesia Serikat
b. Kedudukan
Irian Jaya (Irian Barat) akan diselesaikan setahun setelah pengakuan
kedaulatan.
23-01-1950 Peristiwa APRA
(Angkatan Perang Ratu Adil) di Bandung APRA di bawah Westerling memberontak
kepada RIS. Dihancurkan 24-01-1950
05-04-1950
Peristiwa Andi Aziz di Ujungpandang Andi Aziz (bekas KNIL) memberontak RIS.
Menyerah 26-04-1950
- 27-09-1950 Indonesia masuk PBB
01-10 1950 Peristiwa RMS di Maluku Soumokil memberontak
RIS.
1955 Pemilu Pertama di Indonesia (Multi
Partai) Suara terbesar diperoleh PNI, NU, Masyumi dan PKI.
18-21 April 1955 Konferensi Asia Afrika di bandung -
17-08-1957 Pemberontakan DI/TII di Sulsel Pimpinan Kahar
Muzakar
- Pemberontakan DI/TII di Brebes
Pimpinan Amir Fatah
- Pemberontakan DI/TII di Aceh
Pimpinan Daud Beureuh
15-02-1958
Pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatera -
1958-1961 Pemberontakan Permesta (Perjuangan Rakyat
Semesta) di Sulawesi Selatan -
05-07-1959
Dekrit Presiden Kembali ke UUD 1945
1959-1966
Demokrasi terpimpin
19-12-1961 Tri Komando Rakyat
Gerakan untuk merebut kembali Irian Barat
01-05-1963
Irian Barat kembali ke Indonesia
30-09-1965 G
30S PKI
25-10-1965 Terbentuknya KAMI
(Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) Operasionalisasi program KAMI :
1. Mengamankan Pancasila
2.Memperkuat bantuan kepada ABRI dalam menumpas
G.30.S/PKI sampai ke akar-akarnya.
28-01-1966
Lahir Tritura pada saat demonstrasi front pemuda dan disambut dengan
demonstrasi KAMI tanggal 10-02-1966 di Jakarta Isu Tri tura (Tiga Tuntutan Hati
Nurani Rakyat) :
Bubarkan PKI beserta
antek-anteknya
Bubarkan kabinet 100 menteri
Turunkan harga
ORDE BARU
1966-1998
- 1989; Uni
Soviet runtuh mengakhiri perang dingin.
11-03-1966
Supersemar; menguatnya AD di dalam kekuasaan Sejak muncul Supersemar terjadi
dualisme kepemimpinan antara Soekarno-Soeharto
12-03-1967 Soeharto dilantik menjadi presiden Pidato
Nawaksara Soekarno ditolak MPR dan Soekarno diturunkan diganti Soeharto
1968 Dikeluarkan UU no.02 1968 tentang penanaman modal
asing di Indonesia. Mengawali kekuasaan ideologi developmentalisme di
Indonesia.
01-04-1969 PELITA tahap I 1974,
1979, 1984, 1989, 1994
1971 Pemilu
Diadakan fusi Partai
15-01-1974 Peristiwa Malari
“Malapetaka Lima Belas Januari - Pembredelan puluhan pers, penangkapan para
aktivis.
- Dilatarbelakangi oleh
kepentingan AS untuk membendung masuknya modal Jepang yang kian kuat di
Indonesia.
06-01-1975 Operasi Seroja pasca
kepergian Portugal dari Timor Timur. Didalangi oleh AS, untuk membendung
masuknya komunisme di Timor Timur
1998
Penandatanganan Letter of Intent oleh Soeharto dengan Director IMF, Michael
Camdesus Dimulainya pendiktean kebijakan ekonomi Indonesia oleh aktor-aktor
internasioanal.
13s/d15 Mei 1998 Kerusuhan Anti
Cina
18-05-1998 Soeharto Jatuh Digantikan oleh
wakilnya BJ Habibie
Reformasi 1998 1999 Pemilu Multi
Partai Pertama setelah orde Baru Gus Dur naik sebagai presiden RI ke IV
2001 Gusdur mundur digantikan Megawati Soekarno Putri
(presiden V)
2004 Pemilu SBY menjadi presiden
RI VI. Dan sekarang bagaimana?
MUSLIH SUMANTRI