Serambi Seribu Serbi

space disewakan

Pemijahan Budidaya Ikan Air Tawar



Salam,

Langsung saja untuk kelanjutan Pemijahan dari budidaya ikan air tawar akan dilanutkan untuk bagian terakhir ini, langsung ke TKP yuk.


Pemijahan dilakukan dengan menjodohkan induk jantan dan
betina dalam satu wadah. Yang harus diperhatikan adalah
menjaga kondisi lingkungan agar Induk nyaman dan tidak stres,
          memperhatikan perbandingan antara jantan dan betina, dan memperhatikan sarana pemijahan (misal ada tidaknya kakaban, sosok atau tempat persembunyian). Proses pemijahan berakhir dapat diketahui dengan adanya telur. Setelah pemijahan berakhir, induk dipindahkan untuk diistirahatkan.

Perawatan Telur dan Larva

               Kondisi lingkungan yang relative stabil merupakan kunci keberhasilan dari perawatan telur dan larva. Dalam tahapan ini, pakan alami harus dipastikan ketersediaannya agar tidak ada keterlambatan pemberian pakan. Keterlambatan pemberian pakan akan menyebabkan terjadinya keterlambatan pertumbuhan (kunthet) ataupun kelainan pada tubuh.

                Pendederan

               Pendederan merupakan kegiatan memelihara ikan dari larva sampai benih ukuran tertentu, usaha ini banyak diminati karena waktu usaha yang cepat dan keuntungan yang besar, kegiatan pendederan hamper sama dengan kegiatan pembesaran.



Pembesaran

               Pembesaran dapat dilakukan dikolam tanah, permanen, terpal, bahkan karamba. Yang harus dilakukan adalah persiapan tempat, pengisian air, penebaran benih, pemberian pakan, dan pengendalian terhadap hama penyakit.

               Persiapan wadah meliputi: pembersihan wadah, pengeringan, pengapuran, dan pemupukan, selanjutnya pengisian air dan penebaran benih. Benih yang hendak ditebar hendaknya memiliki ukuran tubuh yang proporsiona, sehat (tidak cacat/kelainan), pertumbuhan sesuai dengan umurnya. Hasil usaha pembesaran sangat tergantung pada kecepatan usaha dan efesiensi dalam pemberian pakan. Selamat mencoba!

Salam dan selamat berwira usaha


[Read More...]


PEMBENIHAN IKAN AIR TAWAR bag. 3



  
Salam.
Oke langsung saja dimulai lanjutan dari proses Pembenihan ikan air tawar yang sudah dimuat dipostingan sebelumnya.

         Kegiatan yang dilakukan dalam pembenihan adalah seleksi, pemijahan, perawatan telur dan larva.

Pemilihan Induk

Dalam memilih induk yang baik, ada beberapa kriteria penting yang harus diperhatikan, antara lain:

1.    Jenis Kelamin

Langkah pertama yang harus diketahui oleh pembudidaya yang ingin memijahkan ikan adalah pembedaan jenis kelamin, hal ini berpengaruh akan hasil, maksud dan tujuan melakukan pemilahan.

2.    Umur dan Berat Induk

Umur penting diketahui karena ada kisaran umur optimal dimana jika induk dipijahkan maka telur yang dihasilkan akan sangat banyak. Induk yang berukuran besar belum tentu tua. Induk yang terlalu besar akan menurun produksi telurnya dan benih yang dihasilkan juga tidak baik. Jika umur induk masih sangat muda (pernikahan dini) maka kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan juga tidak baik. Biasanya telur yang dihasilkan adalah telur muda. Telur muda ini jarang yang menetas dan jika menetaspun kualitas benih yang dihasilkan juga tidak baik.

Berat induk haruslah sesuai dengan umur induknya. Berat induk juga berpengaruh terhadap jumlah telur yang dihasilkan.

sumber gambar: www.bibitikan.net


3.    Pertumbuhan

Untuk mempersiapkan induk yang akan dipijahkan, biasanya pembudidaya ikan merawat calon induk terlebih dahulu, sehingga diketahui benar pertumbuhan induk yang akan dipijahkan. Induk yang baik pertumbuhannya akan menghasilkan benih yang pertumbuhannya baik pula.

4.    Nafsu Makan

Sebelum dipijahkan hendaknya diamati nafsu makan induk, induk yang nafsu makannya baik menandakan induk dalam kondisi yang sehat dan tidak mengalami stress. Sedangkan induk yang tidak nafsu makan maka tidak akan siap untuk dipijahkan, dengan kata lain induk mengalami stress. Kematangan gonad

5.    Silsilah Induk

Silsilah induk ini berkaitan dengan asal- usul dan keturunan induk. Induk yang baik sebaiknya bukan merupakan hasil perkawinan sekerabat, tidak cacat, memiliki sifat- sifat unggul.

Perawatan Induk Ikan

Perawatan dilakukan sebelum maupun sesudah dipijahkan. Untuk perawatan induk yang harus dilakukan antara lain:

1.    Menyediakan Wadah Khusus

Induk sebaiknya dipelihara dalam wadah khusus dan tidak dicampur dengan ikan yang lain maupun dengan anakan. Wadah induk harus dibuat sedemikian rupa sehingga nyaman dan sehat. Sebelum dipijahkan, Wadah induk harus dibuat  sedemikian rupa sehingga nyaman dan sehat. Sebelum dipijahkan, induk jantan dan  betina dipisah terlebih dahulu agar tidak terjadi perkawinan yang tidak diinginkan

2.    Pengelolaan Lingkungan

Pengelolaan lingkungan  dimaksudkan agar ikan tidak mudah stres maupunterserang penyakit. Pengelolaan lingkungan budaya meliputi
-       Pembersihan wadah budidaya
-       Persiapan kolam (pengeringan, pengapuran, dan pemupukan)
-       Pengaturan kepadatan induk
-       Pengelolaan kualitas air yang sesuai dengan bagi untuk induk

Pengelolaan lingkungan harus dilakukan terus- menerus baik sebelum maupun setelah pemijahan agar induk merasa nyaman dan sehat. Induk yang telah dapat menyesuaikan dengan lingkungannya akan memiliki produktivitas tinggi (cepat memijah dan jumlah telur yang dihasilkan relatif banyak).

3.    Pemberian Pakan

Pakan pada induk merupakanhal yang sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap telur yang dihasilkan baik jumlah maupun kualitasnya. Pakan yang diberikan pada induk harus mampu memenuhi kebutuhan nutrisi Induk, pakan induk dapat berupa pakan alami maupun pakan buatan. Pakan alami misalnya: Daun Talas (pada induk Gurami), bangkai Ayam yang telah dibakar (missal pada Lele dan Bawal), Bekicot dan Keong Mas (pada Lobster air tawar), jentik Nyamuk (ikan Betta) dan sebagainya. Selain pakan alami dapat juga diberikan pakan buatan berupa pellet dengan kandungan protein yang tinggi tetapi sedikit lemak. Untuk pakan induk, dihindari pemberian pakan yang mengandung banyak lemak, karena hal ini akan membuat induk kesulitan mengeluarkan telurnya.

4.    Pemberokan Sebelum Dipijahkan

Pemberokan merupakan pemuasaan induk sebelum dipijahkan. Tujuannya untuk mengurangi lemak ditubuh induk agar induk lebih mudah mengeluarkan telur. Pemberokan merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan agar hasil pemijahan dapat optimal.

Pemberokan dilakukan dengan tidak memberikanpakan yang mengandung lemak, tetapi pakan yang mengandung protein dapat tetap diberikan untuk menjaga stamina saat pemijahan berlangsung, namun dosis yang diberikan lebih sedikit.

     Dengan pemilihan dan perawatan induk yang baik, keberhasilan dalam pemijahan pun akan dapat dilihat hasilnya. Ini merupakan langkah awal sekaligus langkah yang sangat penting untuk memulai usaha pembenihan ikan. Selamat mencoba !

Pemijahan, akan dilanjutkan dipostingan selanjutnya bag. Terakhir.. see you


Wassalam alaik
[Read More...]


Sistem Budidaya Ikan Air Tawar



Assalamu’alaikum. Sore ini akan saya lanjutkan postingan tentang budidaya ikan air tawar chapter B tentang Sistem Budidaya, langsung aja ya daripada kelamaan.

B. Sistem Budidaya
        
Ada beberapa sistem budidaya yang biasa digunakan petani untuk membudidayakan ikannya, antara lain:

1.    Sistem Ekstensif atau tradisional yaitu sistem yang menggunakan lahan yang besar untuk budidaya, biasanya sistem budidaya ini tidak menggunakan teknologi karena sistem budidaya ini hanya mengandalkan luasan kolam untuk meningkatkan produksi. Semakin luas lahan yang digunakan maka semakin banyak produksi ikan yang dihasilkan.

2.    Sistem Semi- intensif yaitu system penggabungan antara system ekstensif dan system intensif. Pada sistem budidaya ini penggunaan teknologi tidak terlalu banyak dan masih menggunakan lahan yang cukup luas untuk budidaya. Umumnya pada sistem ini gerakan airnya statis  (stagnant), media hidup bagi ikan juga media pertumbuhan bagi pakan alami ikan. Pergantian air untuk air yang hilang karena merembes (horizontal), mengendap (vertikal) dan menguap.


3.    Sistem Intensif yaitu system budidaya yang menekankan pada penggunaan teknologi dan luas kolam budidaya biasanya kecil. Biasanya air mengalir (running water) sejak pengisian, media hidup, juga untuk perbaikan kualitas air. Untuk mengisi kolam 100 m3 diperlukan waktu 10- 50 liter/ detik.


Mancing bersama adik- adik Cakruk


C. Pemilihan dan Penebaran Benih

1.    Pemilihan Benih

a.    Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik.
b.    Adapun ciri- ciri benih yang baik antara lain: sehat, anggota tubuh lengkap, aktif bergerak, ukuran seragam, tidak cacat, tidak membawa penyakit dan jenis unggul.


2.    Penebaran Benih

Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Cara adaptasi: Ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukkan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/ dilepaskan dalam kolam secara perlahan.

Sebagai contoh ukuran dan umur benih Nila Merah: benih umur 1 bulan sudah dapat mencapai ukuran 10 gram, sedangkan umur 1,5- 2 bulan beratnya sekitar 25 gram. Ukuran 150- 300 gram per ekor dapat dicapai dalam pembesaran selama 4- 6 bulan, sedangkan ukuran 500 gram umurya berkisar 6- 8 bulan dan ukuran 800 gram umurnya berkisar 9- 12 bulan.

D. Kualitas Pakan dan Cara Pemberian

         Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan baik adalah pakan yang mempunyai gizi seimbang baik protein, karbonhidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun- daunan maupu berupa pelet, bahkan penulis dulu memberi makan ikan dengan sisa- sisa limbah warung penyetan. Pakan dapat diberikan 3- 5% berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.

PEMBENIHAN

Akan dilanjutkan dipostingan selanjutnya. Wassalamualaikum 




[Read More...]


Pengelolaan Usaha Budidaya Ikan Air Tawar



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar semuanya, sudah lama saya tidak posting beberapa hal yang sekiranya bermanfaat bagi kehidupan sehari- hari anda. Langsung saja kali ini saya akan membagikan hasil pelatihan beberapa tahun yang lalu di TBM Cakruk Pintar. Ini tentang ikan- ikan gitu,,, hehe langsung saja.

Budidaya ikan air tawar merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan dan dapat dilakukan dimana saja (lahan yang terbatas maupun air yang terbatas). Untuk mencapai usaha budidaya ikan yang berhasil, maka pembudidaya harus mengetahui persyaratan lokasi, komuditas yang akan dibudidayakan, teknik budidaya dan juga pemasaran produk yang dihasilkan.

Kegiatan budidaya ikan dapat dibagi beberapa tahap, yaitu pembenihan, pendederan maupun pembesaran.




A. Persiapan Kolam

Kolam untuk pemeliharaan ikan konsumsi dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup.
1.    Mula- mula kolam tanah disiapkan. Lakukan pencangkulan tanah dasar kolam dan ratakan kemudian kalam dikeringkan sehingga tanah dasarnya benar- benar kering. 
          Tujuan pengeringan tanah dasar antara lain:

a.     Membasmi ikan- ikan liar yang bersifat predator atau kompetitor     (penyaing makanan).
b.    Mengurangi  senyawa- senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang selama kolam terpendam.
c.     Memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi) dipelataran kolam, dalam proses ini gas- gas oksigen (O) mengisi celah- celah dan pori- pori tanah. 

2.    Sambil menunggu tanah dasar kolam kering, pematang kolam diperbaiki dan diperkuat untuk menutup kebocoran - kebocoran yang ada. Selain pematang kolam, saluran pemasukan air, saluran pengeluaran air, kemalir dan kotak permanen juga perlu diperbaiki agar sirkulasi air lancar. Apabila dasar kolam terdapat bahan organik yang berlebihan akibat pemberian pakan secara intensif maka lumpur organik harus dibuang.
3.    Pengeringan dasar kolam harus dilakukan hingga benar- benar kering (retak- retak dengan kadar air kurang lebih 10- 20%). Lama pengeringan biasa berlangsung 2 hari sampai 1 minggu tergantung dari kondisi lumpur dan keadaan cuaca. Untuk mengetahui bahwa pengeringan dianggap sudah memadai, dapat dilakukan dengan jalan menginjakkan kaki pada tanah tersebut, dan tanah akan turun 1- 2 cm. Setelah pengeringan dasar kolam selesai, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/ 100 m2. Tujuan dari pengapuran dasar kolam adalah sebagai berikut:

a.     Meningkatkan pH lumpur dasar karenanya menambah tersedianya fosfor yang berasal dari pupuk.
b.    Meningkatkan alkanitas air sehingga ketersediaan karbondioksida (CO2) yang berguna untuk proses fotosintesis banyak di kolam.
c.     Meningkatkan alkanitas air dan karenanya menambah buffer air dalam menetralisir perubahan pH harian yang umum terjadi pada kolam yang airnya bersifat asam.

4.    Pemberantasan hama harus dilakukan mengingat hama berpotensi untuk menggagalkan produksi. Pemberantasan hama dengan obat- obatan kimia harus bersifat non selektif dan mematikan hama dan tidak meninggalkan residu beracun yang berdampak negative terhadap lingkungan. Selain kapur, ampas biji the (saponin) dapat dipakai untuk membasmi ikan- ikan liar dengan dosis 10 mg/l. Cara aplikasinya adalah dengan jalan menebarkan merata keseluruh petak kolam setelah kolam digenangi air 5- 10 cm. Air dalam kolam dibiarkan selama 1- 2 hari agar semua hama mati terbunuh, selanjutnya kolam dicuci 2- 3 kali agar zat beracun sudah tidak tertinggal lagi dan tidak membahayakan ikan yang akan dipelihara. Dapat juga menggunakan garam krasak 100- 150 gram/m2.
5.    Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25- 50 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar- benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan. Kolam dibiarkan selama kurang lebih tujuh hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.
6.    Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2- 3 cm dan dibiarkan selama 2- 3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40- 60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80- 120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang. Baru benih ikan ditebar (biasanya 7- 10 hari setelah pemupukan).

B. Sistem Budidaya

*ikuti postingan selanjutnya, nulisnya agak pegel jadi ya istrahat dulu… hehe ditunggu komen dan sarannya. Terimaksih

Wassalamu'alaikum wr. wb



[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2013- 2015 | Platinum Theme modification by Alfian Haris